Persela Lamongan bakal mengawali babak delapan besar di tanah Papua, yakni mengunjungi markas Persipura Jayapura. Ini merupakan yang ketiga kalinya Persela melakoni laga awal di Stadion Mandala, Jayapura.

Ibarat sebuah 'kutukan', Persela dalam dua musim terakhir selalu mengawali perjalanan di Papua. Pada musim 2012-2013, Laskar Joko Tingkir mengawali Indonesia Super League (ISL) dengan laga away ke Papua dan kalah 2-0 di kandang Persipura.

Pada awal putaran pertama lalu, kembali Persela membuka kompetisi di Stadion Mandala dan kekalahan membengkak menjadi 3-0. Di babak delapan besar, lagi-lagi drawing mengharuskan Persela menghadapi Persipura di tempat yang sama.

Sinyal buruk bagi Persela? Mungkin saja. Sebab mengawali babak penentuan di luar kandang bukan sebuah keuntungan. Namun Persela sepakat menjadikan jadwal tersebut sebuah tantangan untuk mengubah tradisi buruk di Jayapura.

"Harus diakui pertandingan awal delapan besar sangat berat karena Persela harus ke kandang Persipura. Tapi bagaimana pun itu harus menjadi tantangan tersendiri bagi tim untuk tidak lagi membawa pulang hasil negatif," urai Asisten Manajer Persela Yuhronur Efendi.

Dia tak menutup mata bahwa statistik di Mandala sangat berpihak pada tuan rumah. Persela selalu kesulitan mengejar poin walau sekadar untuk memaksakan hasil imbang. "Sulit tapi bukan mustahil. Ini bukan kutukan. Kami akan bermain lebih baik lagi," tambah dia.

Yuhronur menginginkan tim membawa semangat berbeda dan tentunya lebih istimewa di fase ini. Dia menyimpan optimistisme babak delapan bisa dilakoni dengan lebih baik dibanding putaran pertama dan kedua silam, ketika Persela masih terlihat labil.

Persela Lamongan berkunjung ke Jayapura pada 4 Oktober, dilanjut dengan laga menjamu Arema Cronus di Stadion Surajaya empat hari kemudian. Sedangkan pada 12 Oktober, tim biru langit kembali melakoni laga away ke markas Semen Padang.

Persela sendiri kini masih kesulitan mendapatkan lawan ujicoba sebagai program persiapan ke delapan besar. Hingga berita ditulis, belum ada tim besar atau selevel ISL yang bisa dijadikan lawan tanding. Opsi kedua Persela adalah mencari lawan di level Divisi Utama.