MUNICH - Gelandang kreatif Bayern Munich, Franck Ribery menegaskan untuk tetap mundur dari Timnas Prancis.



Keputusan mundur Ribery bukan hanya didukung manajemen klubnya saat ini, tapi juga sudah direstui pelatih Les Blues, Didier Deschamps.

"Saya sudah bilang, saya akan pensiun. Saya juga sudah bicara dengan pelatih (Didier) Deschamps, dan dia memahami serta merestui keputusan saya ini," jelas gelandang 31 tahun itu saat diwawancara media Jerman, Die Welt, mengutip dari ESPN FC, Jumat (12/9/2014).

Alasan Ribery pensiun karena ia ingin fokus berkarier di klub. Kelelahan dan mengalami cedera jika membela dua tim di jadwal yang padat, juga menjadi salah satu pertimbangan mantan pemain Marseille itu.

Selain direstui Deschamps, manajemen Bayern melalui Ketua Klub, Karl-Heinz Rummenigge, sudah mendukung keputusan Ribery tersebut. Bagi klub, pilihan pribadi seorang pemain, apapun itu keputusannya, harus dihormati.

Namun mundurnya Ribery dari Timnas Prancis membuat Presiden UEFA, Michel Platini murka. Platini yang juga mantan playmaker Prancis itu mengancam Ribery dengan serangkaian hukuman jika tetap menanggalkan jersey negara.

"Semuanya ada di statuta FIFA. Kalau dia (Ribery) membangkang untuk negara, dia bisa dihukum setidaknya tiga pertandingan tidak bisa membela klubnya saat ini," cetus Platini. Platini menyesalkan keputusan Ribery yang mundur hanya dua tahun sebelum Euro 2016 yang akan digelar di Prancis. Menurutnya, sosok gelandang kelahiran 7 April 1983 itu masih dibutuhkan oleh Les Tricolores.

Franck Ribery mengumumkan pensiunnya dari timnas pada 13 Agustus 2014 lalu. Pemain yang sudah 81 kali berseragam Prancis dan menyumbang 16 gol itu menyebutkan kalau pilihannya pensiun murni urusan pribadi. Ribery sudah membela Prancis di tiga Piala Dunia, edisi 2006, 2010 dan 2014.

Selain Ribery, Samir Nasri yang masih berusia 26 tahun juga mundur dari timnas. Namun mundurnya Nasri dikarenakan ia sangat jarang dipanggil Didier Deschamps.