Cerita Dewasa Keberuntungan Mandi Subuh Di Sumur Tua – Berhubung Karena banyaknya teman-teman yang penasaran ingin mengetahui hubungan saya dengan Sari lebih jauh setelah peristiwa di di atas selembar papan pada malam itu, maka demi mengobati rasa penasaran teman-teman, tak ada salahnya saya ceritakan, sebab memang hubungan saya dengan Sari tidak berakhir sampai di situ, melainkan justru meningkat. Entah berapa kali saya berusaha untuk melakukan hubungan badan dengan Sari, namun selalu gagal.

Saya dan si Sari sudah saling memahami dan satu rahasia. Karenanya, selaku manusia normal yang masih muda tentu saja tidak aneh jika kami memiliki keinginan untuk mengulangi peristiwa dahsyat yang luar biasa kenikmatannya itu. Kecenderungan seperti itu adalah fitrah bagi setiap manusai, di mana selalu ingin merasakan kembali suatu kenikmatan yang telah dialaminya, meskipun kesannya tentu jauh berbeda dengan yang pertama kali.

Singkat cerita, sekitar 4 hari dari kejadian yang pertama itu, kami kembali sepakat sewaktu berjalan bersama pada saat kami pulang dari sekolah untuk bangun lebih pagi lagi dan kami sepakat ketemu di sumur jam 4.00 wita (subuh). Namun, Sari nampaknya tepat waktu, ia tiba di sumur tua di tengah-tengah sawah yang pernah saya sebutkan dalam episod cerita saya yang lalu, sementara saya tiba di sumur itu jam 4.30 subuh hari itu karena agak terlambat bangunnya. Maklum saya tidur larut malam setelah tukar pikiran di pos ronda bersama para tukan ronda di kampung saya malam itu.

Awalnya Sari memang agak kesal menunggu lama, bahkan ia telah selesai mandi, namun masih mencuci beberapa lembar pakaiannya yang sebenarnya belum terlalu kotor dan tidak direncanakan akan dicuci, tapi hanya sekedar alasan kalau-kalau ada warga yang kebetulan mendapatinya sedang menunggu di sumur itu. Tentu saja sebelum ia mengeluarkan kata-kata kesalnya, saya segera mengucapkan permintaan maaf atas keterlambatan saya. “Mengucapkan maaf itu memang mudah, tapi saya ini selain kedinginan juga malu kalau-kalau ada orang lain melihat saya sendirian di sumur pada subuh hari” katanya setelah saya minta maaf padanya.

Selengkapnya>>>