Cerita Sex Pertamaku Dengan Si Ranti – Awal cerita ini ketika aku pulang ke Jakarta pada saat liburan semester. Liburanku berawal dari tanggal 27 Juli sampai dgn 13 September, aku berada di Jakarta sudah sejak tanggal 30 Juli. Dlm liburan ini aku berkunjung ke rumah beberapa temanku, diantaranya adalah seorang teman lamaku Ranti yg sudah sejak SMU tdk pernah bertemu. Kalau kuhitung-hitung sudah sekitar satu tahun aku tdk bertemu dia. Sejak aku pertama kali bertemu dia aku langsung jatuh cinta.

Aku melihat Ranti sebagai sosok perempuan yg paling sempurna, [The Angel From Heaven!], rambut hitam yg sepanjang bahu, wajah super cantik, body bagaikan supermodel, payudara yg indah meskipun hanya bisa dilihat dari luar seragam sekolah, dan bokong yg membuat mata cowok manapun mengikutinya kemana pun ia pergi.

Betapa inginnya aku menjadi bra atau celana dlm yg selalu dipakainya, jadi kursi yg selalu didudukinya, jadi tempat tidur yg selalu ditidurinya, atau jadi sabun yg selalu menjelajahi tubuhnya. Aku selalu membayangkan bagaimana seandainya Ranti menjadi pacarku.

Waktu itu kelas dua SMU. Dia kelas 2-4 dan aku kelas 2-3. Aku mendekati dia dgn cara menjadi temannya yg paling baik. Aku tdk berani mengutarakan perasaanku kepada dia, akibatnya dia tergaet oleh orang lain. Hasil yg aku terima adalah aku hanya dianggap sebagai temannya.

Setelah tamat SMU kerinduanku makin memuncak, aku memikirkannya setiap aku mau tidur, mau makan, mau mandi, mau gosok gigi, mau berangkat ke kampus, mau nonton VCD porno, mau masturbasi, setiap mau melakukan apapun. [Even we’re apart, you will always in my heart, Ranti]. Maka dari itu aku memberanikan diri untuk mengunjungi dia mumpung masih liburan. Untuk memastikan dia ada di rumah, aku meneleponnya.

“Halo, bisa bicara dgn Ranti?” tanyaku menyapa.
“Iya, ini Ranti sendiri, ini siapa ya?” balasnya.
“Hei Ran, gimana kabar lo? masih inget gue ngga?” kataku bersikap sok tenang.
“Hmm.. siapa ya? ini Dimas ya? jangan iseng dech, gue tau ini elo kan?” katanya menebak.
“Dimas siapa.. ngaco ah.. ini gue Radit..”
“Radit? hei.. pa kabar juga? gue baik2 aja.. udah berapa lama sich? setahun ada kali ya..”
“Iya.. eh Ran gimana kabar lo ma si.. itu tuch..”
“Sama sapa?”

Sumber