Meski baru datang musim panas ini, Cesc Fabregas langsung nyetel dengan permainan Chelsea. Jose Mourinho tak terkejut karena toh Fabregas memang sudah terbiasa dengan kultur Premier League.

Fabregas kembali lagi ke Premier League, liga yang membesarkan namanya selama delapan tahun sebelum pindah ke Spanyol pada 2011, setelah Barcelona melepasnya dengan banderol 30 juta poundsterling.

Kehadiran Fabregas memang diproyeksikan mengisi posisi yang ditinggalkan Frank Lampard dan tak butuh waktu lama bagi pesepakbola 27 tahun itu unjuk kemampuan.

Beradanya Chelsea di puncak klasemen, selain karena gol-gol Diego Costa (4 gol dari 3 laga) juga karena empat assist sumbangan Fabregas. Bersama Nemanja Matic, Fabregas jadi dinamo lini tengah The Blues.

Atas penampilan Fabregas sejauh ini, Mourinho tak terkejut karena ia tahu kualitas eks didikan Arsenal itu dan terlebih Premier League bukan kompetisi baru untuk ayah satu putri itu.

"Dia tidak perlu beradaptasi. Dia sangat mengenal liga ini, karena dia sudah bermain bertahun-tahun bersama Arsenal. Dia dibentuk di sana," ujar Mourinho seperti dikutip Soccerway.

"Ketika dia datang ke Chelsea, dia sangat senang karena bisa kembali ke liga ini," sambungnya.

"Ketika dia senang, maka dia tidak merasa tertekan sama sekali, dia tahu bahwa manajer mempercayainya, tahu bahwa ia dikagumi oleh rekan-rekan setimnya, merasa penting - dan performanya tak bikin saya terkejut," demikian Mourinho.