Cerita Sex Ternyata Hanya Sekretaris Seks - Ini kisah pribadiku yang aku coba ingat-ingat lagi setelah lebih dari 9 tahun berlalu.. Nama yang tercantum di sini jelas aku samarkan ya.. Mudah-mudahan cukup menarik..

Tahun 2015 pameran komputer di JHCC memasuki hari terakhir, makanya pengunjung sangat padat sekali hari Minggu itu.. Aku sempatkan untuk melihat pameran karena perusahaanku sedang membangun sistem informasi dan jaringan komputer baru, setelah sistem yang lama dirasakan tak mampu lagi untuk mengakomodasi beban pekerjaan yang makin meningkat dengan bertambahnya product line baru. Sebagai Direktur Umum sebenarnya aku bisa saja menugaskan Purchasing Manager dan IT Manager untuk melihat pameran tersebut dan merekomendasikan jaringan dan peralatan baru yang bisa kami akuisisi. Tapi memang dunia komputer telah menarik perhatianku sejak dulu, sehingga aku sempatkan waktu liburku untuk melihat sendiri pameran ini..

Beberapa stand telah aku masuki dan lihat, untuk mengetahui produk yang mereka jajakan dalm pameran ini, terakhir aku mampir ke stand ACERuntuk melihat jajaran notebook baru yang mereka tampilkan. Aku sedang memperhatikan spesifikasi sebuah notebook, ketika bau harum parfum menerpaku.. Salah seorang SPG ACER menghampiri dan menyapaku. “Siang pak, ada yang bisa saya bantu nih..?” sapanya dengan suara yang renyah..

Aku segera menoleh dan mencoba untuk memperhatikannya lebih sekasama.. Wajahnya yang cantik dengan senyuman yang menawan dikembangkanlagi..”Pak ini produk baru lho pak, diskonnya 20% hari ini terakhir pak,” ujarnya ramah sambil makin mendekatkan tubuhnya kearahku.. Wangi tubuhnya semakin terasa “Iya nih, aku lagi lihat-lihat aja dulu ya..” ujarku sambil mencari kesempatan untuk memperhatikan sosoknya.. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, kutaksir sekitar 160 cm, tapi selain wajah cantiknya, ada dua hal lagi yang membuatku tertarik; yaitu kulitnya yang putih dan tonjolan didadanya yang sangat membusung, aku yakin ini pasti ukuran 36b minimal.. “Bapak ada kartu namanya?” tanyanya ramah.. “Oh, ada bentar aku ambil dulu ya..” ujarku seraya mengeluarkan dompetku dan mengambil kartu namaku..

Dia mengamati nama dan jabatanku, kemudian dengan senyum makin mengembang dia dia menambahkan..”Wah bapak perlu buat pribadi atau perusahaan nih..” tanyanya ramah.. “Ya jelas untuk perusahaan lah kalau komputer non, kalau pribadi ya ama kamu aja..” candaku.. “Iiihh… bapak genit ah..” katanya sambil menahan senyum dan “Ini kartu namaku pak, nomor hapeku ada dibelakang ya..” sambungnya. Kuperhatikan kartu namanya..hemm..”Ranggi nama yang indah, seindah orangnya nii..” ujarku, dan Ranggi tersenyum manis “Bapak jago nih kalau ngerayu,” katanya.. “Okay Ranggi, nanti kalau jadi aku hubungi kamu ya..” kataku seraya menjabat tangannya yang empuk banget dan nampak buah dadanya yang terguncang saat itu.. “Bener lho pak, jangan lupa ya ama Ranggi,” ujarnya.. “Pak kalau Ranggi telpon bapak kapan-kapan ga papa kan pak?” tambahnya.. “Tentulah non, untuk orang secantik kamu, kapan aja pasti aku terima..”candaku lagi.. “Makasih pak..

Sumber