Cerita Ngentot Ngesex Dengan Pelayan Bohay – Dari sekian banyak aku menyetubuhi wanita, hanya dari Yanti (nama yang kusamarkan) aku mendapatkan pengalaman nikmat. Sungguh nikmat. Yanti, 23 th, lebih tinggi dariku, kira-kira 167-an, bentuk tubuh yang montok dengan tingginya, dada membusung cukup besar, danmemek yang lumayan masih ada ‘rem’nya. Aku katakan lumayan karena sebagai profesional biasanya ‘longgar’. Ia kerja di “C” massage di kawasan Cibadak, Bandung, sebagai ‘pemijat’. Tentu saja ‘jabatan’ ini hanya kamuflase, profesi sesungguhnya ya… melayani konsumen yang butuh seks. Bagiku, tubuh Yanti ini nyaris ideal, kecuali satu : kulitnya tak begitu putih. Sawo teranglah.

Awalnya aku memilih Yanti karena caranya duduk di ‘etalase’ serta belahan di buah dadanya yang mengundang. Waktu itu ia mengenakan baju malam ketat panjang warna hitam dengan belahan memek nya yang nyaris sampai pangkal paha serta dada rendah yang hanya ditopang dua utas tali yang melingkari sepasang bahunya yang terbuka. Aku sempat khawatir jangan-jangan tali-tali itu tak mampu menahan beratnya sepasang buah yang seakan ‘meledak’. Model baju ini memamerkan 55 % daging buah-buah dadanya itu. Dua senti lagi ke memek nya pasti putingnya terlihat. Aku segera memilihnya apalagi ‘pemandu’ di situ menyebutkan dari mana Yanti berasal : Korea !

Aku sebetulnya kurang menyukai pelayanan yang standar di tempat ‘pijat’ ini. Begitu mengunci kamar, si pemijat langsung mencopoti pakaiannya sampai telanjang bulat, lalu digantinya dengan balutan handuk. Kita disuruhnya telanjang juga kemudian dimandikan sebelum ia mandi sendiri. Di setiap kamar ada shower-nya. Mauku sih, pakaian dibuka satu-persatu dan pelan-pelan sehingga ada unsur exciting. Aku punya cara tersendiri dalam menikmati buah dadanya. Sebelum membuka KUTANG, aku biasa menciumi daerah kedua ‘buah dadanya’ yang tak tertutup kutang – syaratnya : dada itu harus cukup besar. Lalu tali KUTANG kutarik ke memek nya sampai putingnya cukup nongol buat dicium dan disedot. Baru cup-nya dilepas, satu-persatu tentu saja. Enak juga menciumi bagian buah memek nya puting. Dengan Yanti aku tak sempat menikmati kesenangan itu.

Cara Yanti memandikanku cukup membuat ontolku bangkit. Setelah seluruh tubuhku (kecuali kepala) diguyur, ia menyabuni daerah dada, perut, kelamin, dan paha depan. Di daerah kelamin ia menyabuni dengan begitu teliti, mulai dari pangkal, leher, dan kepala ontol, kantung pelir dan sekitarnya sehingga ontolku mulai bangun. Serasa aku dimasturbasi ketika ia secara berulang menggosok seluruh batang ontolku. Kelak aku baru tahu kenapa hanya daerah-daerah itu saja yang ia sabuni.

Sumber