ai, jumpa lagi dengan gue, Anthony Kusuma (begaya ala VJ). Kali ini gue akan berbagi tips memilih web hosting buat ente semua. Gue sudah cukup lama bergulat (ceile.. kayak The Rock aje) di dunia ini sejak jaman kuliah. Gue udah nyicip berbagai layanan web hosting baik itu lokal maupun internasional. Tips yang gue bagikan ini murni pengalaman gue aja, boleh percaya boleh nggak. Andaikan sudah saling percaya, perjalanan asmara bisa semakin lancar (apeu..).

tips-memilih-web-hosting

Preambule

Bahwa sesungguhnya memilih web hosting ialah hak segala bangsa. Gue pernah dapat wenjangan dari salah satu suhu web developer kalau memilih web hosting itu seperti memilih istri. Sayangnya ada perbedaan mendasar. Kita bisa mencari review kualitas web hosting di google. Kalau review istri kita ada di google sih puarah namanya.

Anyway, memilih web hosting yang tepat memang gampang-gampang susah. Ada yang dari luar terlihat bagus, eh pas dicoba malah nggak oke. Ada yang dari luar biasa aja, pas dicoba malah uenak tenan. Tenang, ini masih bahas web hosting koq bukan yang lain. Gue akan coba mengurai tips memilih web hosting ini ke dalam beberapa poin.

Lokasi Server

Menurut gue, ini hal paling pertama yang perlu ente lakukan. Pertimbangkanlah lokasi server sesuai dengan target market yang ingin entecapai. Maksudnya gimana, tong? Jadi begini, lokasi server yang biasa gue gunakan terbagi menjadi 3, Indonesia, Singapura dan Amerika Serikat (US). Selain ketiga itu, ada juga lokasi di Eropa seperti Amsterdam yang cocok untuk hosting file ehem2 (Bukan file obat batuk yah – red) karena regulasi di sana yang bebas.

Udah tahu lokasi server, trus apa lagi? Sesuaikan target market ente! Misalnya nih, ente mau bikin online shop yang visitor-nya mayoritas orang Indonesia, pilihlah lokasi server Indonesia. Ente mau bikin website dengan target market Asia Pacific, pilih lokasi di Singapura. Ente mau bikin website yang targetnya bule-bule atau mungkin blog adsense buat nambah duit jajan, pilih lokasi di US.

Kenapa sih repot-repot harus begini? Lokasi server berkaitan dengan kecepatan akses website ente dalam suatu region. Kalau target market ente di Indonesia sedangkan ente pilih lokasi server di Amerika Serikat, pengunjung website ente nanti bakalan merasakan load time yang lebih lama. Bisa-bisa keburu abis satu nasi padang baru kelar loading website ente. Yah, balik lagi sih “Internet cepat buat apa?” – You Know Who.

Support

Nah, ini penting banget. Keberadaan technical support dan customer service diperlukan jika suatu saat nanti terdapat masalah pada web hosting atau website ente. Sebagai langkah awal, ente bisa coba chatting lucu sama customer service-nya buat nanya soal web hosting, seperti lokasi data center, spesifikasi server yang didapat, harga dan lainnya. Kalau penjelasannya mudah dipahami berarti customer service nya memang oke. Kalau penjelasannya nggak jelas dan malah nanya kenapa Negara Api menyerang, mungkin bisa mulai berkunjung ke penyedia web hosting lainnya.

Saat ini mayoritas penyedia jasa web hosting memberikan layanan support 24×7 seminggu. Hal ini berguna banget misalnya tengah malem ada masalah dengan website ente. Buat ngetest, bisa coba chat atau kirim tiket support jam 2 subuh dan lihat dibales nggak. Kalau dibales tapi aneh2 misalnya minta sate 100 tusuk, mendingan ente matiin komputer terus baca doa.

Kredibilitas Perusahaan

Perhatikan bibit, bebet dan bobot dalam memilih perusahaan penyedia jasa web hosting. Ibarat mencari pasangan nih, ente pasti nggak mau donk hati ente dititipin di orang yang salah (aseek..). Sama juga ente nggak mau file-file ente dititipin di penyedia web hosting yang nggak kredibel. Gue sempat lihat beberapa kaskuser yang curhat tertipu harga murah. Website nya nggak bisa diakses dan pemilik jasa web hostingnya ini menghilang tanpa jejak. Akhirnya gue cuma bisa menghibur dengan berkata biar hujan yang menghapus jejaknya..

Review Pelanggan

Ini merupakan salah satu poin favorit gue. Biasanya review dari pelanggan itu jujur dari lubuk hati terdalam. Kita bisa dengan mudah mencari review tersebut dengan mengetikkan “review [nama webhosting]” di mesin pencari. Kita juga bisa mengunjungi forum-forum seperti diskusiwebhosting.com untuk bisa memilah-milah webhosting pilihan.

Terlepas dari kemudahan tersebut, kita juga harus cerdas dalam memilih review yang benar. Ada banyak black campaign yang mendiskreditkan web hosting lain. Black campaign tidak hanya ada pas pilpres saja, fellas.

Harga

Seharusnya memang point ini ditaruh paling atas apalagi kalau kantong Anda pas-pasan seperti saya. Sayangnya, ungkapan “ada harga ada rupa” memang sering kali benar di sini. Beberapa web hosting dengan harga yang murah, kualitasnya memang murahan. Daripada sakit hati bayar murah tapi sering down, ada baiknya kalau membayar lebih mahal sedikit namun pelayanannya lebih memuaskan. *ehem2*

Semoga kiranya tulisan gue tentang tips memilih web hosting ini dapat membantu pembaca blog ini. Tulisan gue memang nggak sempurna karena sempurna itu lagunya Andra and the Backbone. Tulisan gue juga nggak luar biasa karena gue memilih nggak lanjut saat ditanya Ariel Noah. Tapi semoga tulisan gue ini dapat menjadi panduan dalam memilih web hosting untuk lu lu pade.

sumber