Cerita Ngentot SPG Seksi Penganut Seks Bebas Bersedia Dientot Bergilir – Namaku Adi, aku mahasiswa salah satu universitas swasta terkenal di jurusan ilmu komputer di Jakarta. Kejadian ini terjadi saat pameran di Jakarta. Malam itu malam penutupan pameran, aku bersama geng-ku datang ke pameran itu, di sana banyak Sales Promotion Girl ( cewek SPG ) yang cantik, seksi, dan mengundang nafsu, dengan baju tank top ketat dan rok mini mereka menawarkan “produk” mereka agar laku dijual ke para pengunjung, terutama laki-laki hidung belang.

Aku hanya bisa meneteskan air liur saja melihat mobil mewah dan cewek cantik yang merupakan kombinasi kenikmatan hidup bagi seorang lelaki sejati, maklum aja, aku belum punya pacar dan hanya naik motor Tornado hijau butut ke kampus dan sehari-hari aku menjadi sales aksesories HP dan jual-beli HP bekas.

Aku pergi bersama-sama anak-anak geng-ku, yaitu bosku, Joni, dia yang menyediakan transportasi yaitu mobil Panther. Konon kabarnya, ia pernah merampas kesucian tiga gadis teman SMU-ku sekaligus pada malam yang sama saat mereka “piknik” di villa-nya di Ciater.

Memang uang dan kekuasaan pasti akan membawa kenikmatan tersendiri bagi orang yang memilikinya. Kami satu geng merupakan teman sejak di SMU Negeri **. jumlah geng kami hanya berjumlah 7 orang dan semuanya “batangan” alias tidak ada cewek-nya. Tak kusangka dari sekian banyak cewek SPG cantik, terlintas olehku Lingga, cewek bunga kelasku yang pernah “mempermainkan”-ku bersama kedua temannya Susan dan Siska, April lalu.

Timbul niat jahatku untuk membalas perbuatan jahatnya padaku, karena dia pula ujian Kalkulus-ku dapat nilai D. karena saat ujian dia duduk tepat di depanku, dan CD-nya mencuat ke permukaan, terang saja saat ujian aku tak dapat konsentrasi dan mengerjakan soal dengan benar. Dia menjaga stand **** (edited). Langsung kuhampiri dia dan menanyakan kabarnya, “Hi, Kok kamu ada di sini?” “Iya, udah seminggu nih,” jawabnya santai.

Kami berbincang-bincang sebentar dan kuperkenalkan pada teman-temanku, mereka ngobrol, dan Joni bosku menawarkan tumpangan pulang, karena sudah sekitar jam 21.00, dan pameran hampir usai, maka Lingga si cewek SPG tanpa pikir panjang langsung mengiyakan tawaran bosku.

Dia langsung berkemas dan tidak ganti baju lagi karena katanya dia kenal dengan pemilik perusahaan itu. Dia minta diantarkan ke kostnya di Jln. **** (edited) tempat kami berempat “bermain” dulu.

Untuk ukuran cewek SPG, busananya tergolong sopan dan tertutup, dia mengenakan kaos ketat hitam yang tertutup sampai leher dan siku, dan rok pendek hitam yang hanya 5 cm di atas lutut. Setelan warna hitamnya sangat serasi dipadupadankan dengan kalung di lehernya dan smartphone digantungkan di depan dadanya.

Kami berjalan menuju mobil, entah apa yang dipikirkan Lingga si cewek SPG saat ia menerima ajakan tadi, apakah ia sudah tidak waras? Lingga duduk di bangku depan kami berdelapan masuk, dan Joni langsung tancap gas menuju rumahnya, Lingga bingung, tapi Joni bilang dia tahu jalan pintas ke **** (edited).

Sumber