Cerita Panas Perkosaan Laknat Kawan Kawanku – Vista adalah seorang mahasiswi berusia 22 tahun di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta. Badannya sangat sempurna dan terawat. Tinggi 165 cm, dgn berat 55 kg. Rambutnya hitam sebahu dan dia mempunyai buah dada yg sangat indah, bulat dan kencang berukuran 34B. Kulitnya putih dan wajahnya pun sangat cantik. Vista termasuk mahasiswi yg berprestasi di kampusnya. Tak heran banyak sekali kawan lelakinya yg tertarik kepadanya, tetapi sampai ketika ini Vista masih betah menjomblo.

Pada suatu hari Vista terpaksa pulang malam sendiri dari kampusnya, kerana ia harus menyelesaikan tugasnya di laboratorium. Sewaktu dia sedang menunggu lift dari lantai 8, tiba-tiba Susno kawannya datang.
“Hai, Vista.. mau pulang nih..?”

“Iya..”
“Bareng yuk turunnya..!” ajak Susno.
“Boleh..” tanpa rasa curiga Vista mengiyakan.

Nampaknya malam itu benar-benar sepi di kampusnya, cuma tinggal beberapa orang saja terlihat di tempat parkir di bawah. Sewaktu pintu lift terbuka, mereka berdua pun masuk. Ketika berada di dalam lift, tiba-tiba sebuah benda keras menghantam tengkuk Vista dari belakang, membuatnya langsung tak sadarkan diri.

“Dukk..,” Vista terbangun sewaktu kepalanya terantuk meja.
Dgn mata masih berkunang-kunang, dia melihat bahwa dia sedang berada di ruang kuliah di lantai 4 kampusnya. Tak ada orang di situ. Dan sewaktu dia melihat jam di dinding, ternyata sudah pukul 10 malam. Sewaktu Vista mencoba bergerak, dia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya terikat. Dia mencoba melepaskan diri tetapi tak berhasil. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan muncullah tiga orang dari pintu itu. Dua lelaki dan satu wanita. Mereka semua kawannya, Susno, Hendra dan Shintya.

“Shintya.. tolong gw An.., lepasin gw.. apa-apaan sih ini..? Kalian kalo bercanda jangan keterlaluan dong..!” dgn sedikit kesal Vista bicara dgn Shintya.
“Loe mau apa sih Vis..? Ini bukan bercanda tau..!” teriak Shintya.
“Apa maksud loe..?” Vista mulai panik.
“Kita mau buat perhitungan sama loe, Vis..! Selama ini loe selalu jadi pusat perhatian, tapi loe terlalu sombong untuk memperhatikan temen loe sendiri. Loe tau nggak kalo temen-temen tuh banyak yg nggak suka sama loe..! Sekarang ketikanya loe untuk ngasih sesuatu sama mereka..!” Shintya mendekati dan lalu menampar pipi kiri Vista.
“Loe mau apa sih..!” jerit Vista.
“Gw mau liat loe menderita malam ini, Vis. Kerana selama ini loe selalu mendapat segala yg loe inginkan..” kata Shintya.

Sumber