Cerita Sex Birahi Nenek Penjual Pisang Perkenalkan namaku Wito, akulah adalah seorang wiraswasta muda yang baru berumur 27 tahun. Di usiaku yang tebilang masih muda ini, aku bisa dibilang adalah seorang pengusaha muda sukses. Sebelumnya saya mohon maaf jika saya terlalu berlebihan dalam mendeskripsikan diri saya, tapi mau bagaimana lagi karena memang inikeadaanya. Jika dibandingkan dengan teman di kampungku, aku memang lebih maju dari mereka.

Semua yang aku punya sampai saat ini bisa dibilang, kehidupanku lebih dari cukup. Bisniskuku adalah jual-beli hewan ternak, kendaraan (motor/mobil). Baru-baru ini aku juga menekuni usaha jual hasil bumi dari Gunungkidul. Sampai-sampai dalam 1 minggu aku harus beberapa kali ke pergi ke pasar induk untuk mengantar pesanan hasil bumi ke beberapa penjual di sana. Nah disinilah awal dari kisah sex yang akan aku ceritakan pada kalian para pembaca.

Berbicara tentang Sexs bukanlah hal yang baru aku kenal. Berawal dari bangku sekolah, kuliah dan shingga sekarang ini, pengalaman sexs-ku sudah tidak terhitung lagi. Sudah banyak sekali aku melakukan hubungan sexs. Mulai dari pacar-pacarku, teman sekolah, teman kuliah, tante-tante kukenal dari jejaring sosial. Bahkan aku juga pernah melakukan nubungan sexs dengan para penjual jasa sexs kelas teri hingga kelas kakap, pokonya tak terhitung deh.

Ditambah lagi bisnisku saat ini amat sangat berkembang pesat, karena itulah tingkat kepercayaaan diriku-pun semakin besar. Selain seorang pemuda yang sukses, aku juga mempunyai wajah yang menawan dan mempunyai tutur kata yang bisa mengambil hati para wanita. Yah mungkin ini memang sudah jalan hidupku, dengan berwajah ganteng, pintar dalam berbicara dan berlimpah oleh harta.hha.

Pada sore itu, aku menyempatkan diri untuk mampir di sebuah warung angkringan (nasi kucing) yag letaknya tidak jauh dari pasar. Saat itu setelah selesai mengantar hasil bumi, suasana begitu lengang , biasanya meski di siang hari seperti ini, tempat ini sangat ramai dengan angkutan pedesaan yang mangkal untuk menunggu penumpang. Inilah awal mula kisah sex-ku dengan seroang Nenek tua. Berawal dari seorang Nenek yang menghampiri kami ( aku dan pedagang Angkringan/ nasi kucing),

Maaf sebelumnya Mas, saya mau bertanya, kalau jam segini masih ada angkutan apa tidak yah ? ucap seorang Nenek bertanya sembari mendekat dan bertanya kepada kami.

Saat itu kebetulan hanya ada aku dan bapak penjual angkringan( nasi kucing ), lalu,

Kalau jam segini sudah tidak ada Mbah , kata bapak penjual menjawab pertanyaan Nenek itu.

Oh iya, Semua percakapan ini terjadi dengan menggunakan bahasa Jawa, namun karena saya penulis cerita yang bijak dan adil, maka saya mengubah semua bahasa jawa dengan bahasa Indonesia dengan tanpa mengurangi arti kata yang sebenarnya.

Sumber