Cerita Dewasa Contoh Cebok Yang Benar – Saya berfikir, di umurku yang baru 11 tahun terlalu dini untuk mengenal sexs. Panggil saja nama saya Gatra. Ketika itu saya masih kelas 5 SD, di umur saya yang baru 11 tahun itu, entah mengapa saya mempunyai gairah sexs yang berlebihan. Sampai suatu saat ketika saya libur sekolah, saya selalu menginap di rumah Bude-ku, sebut saja dia Bude Rini.

Bude Rini ini mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Melani. Melani ini mempunyai wajah yang cantik, berkulit putih, dan bertubuh langsing tapi padat. Pada hari itu, kebetulan rumah Bude-ku sedang sepi, saat itu hanya ada saya, karena memang Bude berpesan padsaya untuk menjaga rumahnya. Sekitar pukul 10.00 pagi, saya Bbi-ku pergi dan saya mulai berada dirumah sendiri.

Para pembaca sekalian pastilah sama dengan saya, diumur 12 tahun pastilah belum mengerti sepenuhnya tentang sexs. Dulu di usisaya yang baru berumur segitu, saya sudah sunat karena saya merasa bentuk Junior ( Penis )-ku yang bentuknya sangat lucu, tak jarang saya sering menggesek-gesekkan Junior ( Penis )-ku, pada tembok rumah, bantal, guling ataupun kasur.

Disuansana itulah saya merasakan nikmat, yang rasanya geli-geli gimana gitu.wkwkwk. Dengan seringnya saya melakukan hal tadi, ternyata kebiasaan yang saya anggap sebagai kelucuan itu, ternyata secara berlahan hal tadi telah merusak masa kecil-ku dan hal itu ternyata membuat saya klimaks.wkwkwk… Sampai pada siang itu, sekitar jam 12 siang, terdengarlah suara bel dari luar pintu.

Karena mendengar Bel, disusul dengan suara teriakan suara wanita saya-pun bergegas untuk membukakan pintu, lalu dia berkata

“ Siapa yang dirumah, tolong dong cepet bukain pintunya !!! ”, teriaknya dengan buru-buru.

“ Ada aku Mel, Gatra… ya… bentar… ini aku mau bukain pintunya ”, kataku sembari meuju kearah pintu.

Setelah saya sampai didepan pintu dan membukakan pintunya lalu,

“Awas Gatra… Misi… misi… !!! aku kebelet pipis nihh… ”, katanya lagi.

Lalu Melani-pun masuk kedalam rumah dan buru-buru pergi ke Toilet. Tidak kusangka anak seumur Melani tidak bisa menahan pipis, ketika dia baru sampai di depan toilet, Waduhhh… ternyata dia Pipis sebelum sampai kekamar mandi,hahaha… saat itu membuat air kencingnya membasahi CD dan rok yang dipakainya. Hahaha, dasar Melani.

“ Hahaha… udah gede masih ngompol… hahaha…”, kataku sembari tertawa.

Saat itu Mel hanya terdiam dan berwajah malu, ketika saya mengolok-nya, lalu dia berkata,

“ Gimana dong ini Tra, huh… basah semua nih rok aku… hu… hu… ? ”, katanya padsaya.

“ Udah kamu tenang aja ”, kataku menenamgkanya.

Kemudian saya mendekati Mel lalu dengan santainya saya melepaskan roknya dan kusuruh dia untuk melepaskan CD-nya karena basah terkena air kencing,

“ Udah sekarag kamu lepas CD kamu trus bersihin Meki (vagina) kamu sana !!! ”, kataku lagi.

Lalu Melani-pun bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkannya dengan air dan mengusap dari arah anjus ke arah Meki (vagina)-nya yang saat itu belum tumbuh bulu Meki (vagina) sama sekali alias bersih. Ditengah dia sedang membersihkan Meki-nya seketika saya mempunyai ide nakal dan saya mengatakan,

“ Mel kamu tahu nggak kalau cara cebok kamu salah ”, kataku membodohinya.

“ Apana-nya yang salah Tra ? ”, katanya dengan wajah bingung.

“ Kalau cara cebok kamu seperti itu salah Mel, kalau kayak gitu kuman dari dubur kamu nanti masuk ke Meki kamu dan nanti jadi nanti Meki-nya kotor ”, kataku meyakinkan Melani .

Saya mendapatkata-kata itu dari buku milik ibunya, benar-benar bermanfaat sekali buku itu,wkwkwk… Lalu,

“ Terus aku harus ceboknya gimana nih Tra biar nggak kotor Meki aku-nya ? ”, tanya Melani serius.

Seketika itu saya-pun mendekat dan mempraktekan dengan menyentuk Meki Melani, dan,

“ Kayak gini nih yang bener, sini saya contohin !!! ”, kataku sembari menyentuh Mekinya.

Lalu saya jongkok di hadapan Melani, lalau mengambil segayung air oleh tangan kananku dan tangan kiri-ku menyentuh Meki (vagina)-nya,

Sumber