Cerita Dewasa Ibu Muda Seksi Di Kereta – Suatu pagi di hri minggu dibulan februari 2010 aku menunggu kereta ekspress yang akan mengantarku kembali ke kota Y karena esok hari aku harus masuk kuliah lagi. Sebelumnya perkenalkan namaku Danang berumur 23 tahun, menurut mantan – mantanku dan sahabat – sahabat cewekku aku ini orangnya berwajah menarik, supel, ramah, misterius, dan tinggi (sekitar 180cm) sehingga banyak yang tertarik denganku. aku mahasiswa semester atas di sebuah universitas ternama di kota Y. Aku berasal dari kota S, jadi bisa disimpulkan aku seorang perantau.

Saat kereta mulai melaju aku menyegerakan tidur karena badanku sdh sangat lelah akibat begadang semalaman bersama kawan-kawan lamaku. Aku terbangun beberapa kali selama perjalanan yaitu saat pengen pipis (dikamar kecil aku sempat sedikit bingung karena kamar kecilnya tdk ada batang selotnya tp akhirnya teratasi dgn diselipin pulpen) dan saat berhenti di beberapa stasiun besar untuk menaikkan penumpang.

Saat itu seingatku di stasiun kota M naiklah pasangan suami istri muda dan anaknya yang masih balita. Aku terperangah karena sang suami tdk cakep dan cenderung jelek akan tetapi istrinya cantik berambut lurus panjang, tinggi sekitar 170cm (lebih tinggi suaminya sedikit). –cerita sex terbaru– Tp yang paling membuatku shock adalah meski tinggi tp tubuhnya montok dgn payudara yang ukurannya lumayan besar, pantat yang sekal dan pinggang yang ramping bak biola spanyol.tubuh bagus itu terbungkus dgn celana panjang ketat dan kemeja agak ketat yang paduan warnanya bagus.

Sesaat setelah mereka duduk dibangku sebelah bangku yang aku tempati kereta mulai kembali berjalan dan sang suami dan anak langsung terlelap seperti aku tadi setelah perjalanan dilanjutkan kembali sekitar setengah jam. Karena sang istri tinggal sendirian, aku memberanikan diri menyapa dan mengajak ngobrol. Yah sekedar basa basi agar tdk boring selama perjalanan (kebiasaanku sejak aku SMA).

“mbak, mau kemana?” sambil tersenyum ramah aku menyapanya.
“mau ke ke kota Y karena mertua sedang sakit dik. Adik sendiri?” jawabnya sambil tersenyum manis.
“oh, aku jg sama mbak tp karena aku emang kuliah di kota Y. Oya nama mbak siapa? Kenalkan namaku Danang” kuulurkan tangan untuk berjabat tangan.
“aku Maya dik, ini suamiku rudi dan anakku sandi” dia menyambut jabat tanganku sambil memperkenalkan suami dan anaknya.

Perbincanganpun mengalir dgn hangat selama kurang lebih 1 jam karena kelihaianku mengolah suasana. Kami jg sempat bercanda hingga dia tertawa terkikik karena lucunya. Menurutku mbak Maya orangnya terbuka dan supel, buktinya dia tdk marah saat leluconku mulai menjurus kearah sex bahkan dia malah membalas dgn lelucon yang lebih menjurus. Selama ngobrol mataku sesekali melirik bongkahan dadanya yang terlihat sedikit dari celah kemejanya yang tanpa dia sadari 1 kancingnya terbuka di bagian dada persis.

Mbak Maya mulai salah tingkah dalam duduknya (dugaanku dia terangsang) saat menjawab pertanyaanku seputar tips menyenangkan wanita di ranjang. Dari pertanyaan – pertanyaanku mbak Maya bukan tipe wanita yang suka tentang variasi seks seperti oral dan anal. Tp dia sdh beberapa kali mencoba berbagai variasi gaya bersetubuh selama menikah 2 tahun ini.

Sumber