Cerita Dewasa Pak Jono Tukang Kebunku Perkenalkan namaku Indriyani, biasa dipanggil Yani. Usiaku 41 tahun. aku adalah seorang guru di sebuah sma negeri di kota kecil di pinggiran jawa timur. aku mempunyai suami bernama budiawan, umurnya 42 tahun. suamiku seorang pejabat teras di linkungan pemkot tempat kami tinggal.

kami memiliki 2 orang anak, seorang anak laki laki dan seroang lagi perempuan. anakku yg pertama bernama Sinta. umurnya baru 19 tahun, dan sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri di luar kota. sedangkan anakku yg kedua bernama Iwan baru berumur 17 tahun, saat ini kelas 12 dan sedang menyiapkan diri untuk ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi.

sedikit deskripsi tentang diriku. aku mempunyai tinggi badan 160 cm dan berat badan 50 kg.tubuhku tdk terlalu kecil tapi juga tdk gemuk, lebih tepat dsebut berisi. kulitku kuning langsat khas wanita dari kotaku. ukuran payudaraku lumayan besar yaitu 36c, meskipun sudah agak kendur setelah hamil dan menyusui kedua anakku.

sehari hari aku memakai baju muslim dengan jilbab lebar yg menutupi dadaku untuk mengajar dan beraktifitas di luar rumah. sedangkan di dalam rumah aku biasa memakai daster untuk pakaian sehari-hari. rumahku berukuran cukup besar dan terletak di pinggiran kota.

karena tuntutan pekerjaan, suamiku yg bekerja di dinas keuangan sering pergi keluar kota, entah itu untuk kunjungan kerja maupun rapat koordinasi. sedangkan anakku yg pertama, Sinta, hanya pulang tiap akhir pekan itupun jika tdk ada kegiatan di kampus atau tugas yg harus diselesaikan.

sedangkan iwan, untuk menghadapi ujian akhir dan seleksi perguruan tinggi lebih sering pulang malam karena harus mengikuti kegiatan tutorial serta bimbingan belajar yg dia ikuti. praktis setiap hari aku lebih sering sendirian di rumah. di rumahku selain keluarga ku, ada seorang asisten rumah tangga dan tukang kebun yg merangkap penjaga rumah yg merupakan sepasang suami istri.

asisten rumah tanggaku bernama mbok minah sedangkan tukang kebunku bernama pak Jono. setiap hari mbok minah
bekerja dari jam 5 pagi sampai 6 petang. mbok minah tdk tinggal di rumahku. dia setiap hari pulang pergi dari rumahnya yg tdk jauh begitu pula dengan pak Jono. meskipun begitu ada sebuah kamar kosong untuk pak Jono karena
sering harus menginap jika harus menjaga rumah kami.

di lingkungan tempat kami tinggal keluarga kami cukup di hormasti. selain karena background profesiku dan suamiku sebagai guru dan pejabat di lingkungan pemkot. tapi juga karena keluargaku yg selalu menjunjung nilai nilai hidup orang jawa dan agama yg kami anut. meskipun tdk terlalu fanatik, aku selalu mengajarkan anak anakku untuk berbuat baik sesuai aturan agama.

oleh karena itu tdk jarang suamiku diminta untuk memimpin kegiatan di ingkungan kami, begitu juga aku yg menjadi
penggerak kegiatan PKK dan pengajian di tempat kami. sebagai seorang istri dan ibu aku berusaha untuk setia kepada keluargaku. sebisa mungkin aku membawa diri dalam pergaulan di lingkungan tempat tinggalku maupun tempat kerjaku. aku selalu berusaha sesopan mungkin dalam bertutur, bertindak serta berpakaian.

semua itu kulakukan demi menjaga keharmonisan dan keutuhan keluargaku. meskipun begitu tdk jarang aku mendapati tatapan laki-laki di sekitarku yg penuh nafsu pada tubuhku. ya meskipun memakai baju muslim saat di luar rumah, nyatanya tdk mampu menutupi seluruh keindahan lekuk tubuhku, terutama payudaraku. tubuhku seakan akan menjadi magnet bagi bapak bapak dan anak laki laki tetanggaku serta rekan rekan guru laki laki di sekolah tempatku mengajar.

Sumber