Cerita Panas Penis Perkasa Anak Kost – Setelah merasakan penis perjaka anak muda yg kost itu, sekarang gantian aku ingin merasakan kehangatan pria yg lebih matang.

Beni, 32 tahun. Dia kelihatan keren dan cool cenderung pendiam serta misterius di mataku. Justru karena itualah aku penasaran, seperti apa laki-laki ini jika di ranjang. Kebetulan saat itu dia ada di kamarnya rupanya tdk masuk kerja.
Ketika kubuka pintu kamarnya ia kaget terpana melihat liku liku tubuhku yg sexy tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yg serba ketat itu.

Darahku berdesir merasakan tatapannya yg tajam itu. Memang benar-benar cool. Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman kepadaku. cerita sex terbaru – Memang gentleman pria ini. penampilannya agak kaku tetapi disertai sikap yg lembut.

Dia mempersilahkan masuk dan aku duduk di bibir tempat tidurnya yg rapi dan wangi. Sudah tdk tahan aku menahan gejolak nafsuku. Sebagai wanita yg haus sentuhan tentu belaian pria sangat aku butuhkan. Aku duduk di bednya. Sejurus kami terdiam dan menjaga jarak. Lantas aku menggeser posisiku mendekatinya, tanpa basa-basi lalu kucium pipinya. Beni terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dgn bibirnya.

Kewanitaanku bangkit walaupun aku tau ini adalah seperti aku yg memulai, tapi tak ada salahnya wanita yg memulai, karena ada pria yg tdk berani pada wanita. Aku tak peduli siapa yg memulai. Toh aku sangat menginginkannya. Apa salahnya aku yg mendahului.

Tanpa kusadari ia aku mencium bibirnya beberapa saat sebelum akhirnya dia merespon dgn hisapan lembut pada bibir bawah yg basah. nahhh khan …. akhirnya kudorong ke bednya dan aku sekarang mengangkang di atasnya. Saatnya aku mengerjain dia.

Selanjutnya Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yg lebih dulu melepas ciuman hangat kami.

“Ben..” kataku.

Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yg sama dalam hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling berciuman dgn mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yg memulai, aku dan Beni saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.

Sumber