Cerita Panas Aku Dinikahi Anak Kandungku – Sebagaimana biasanya penduduk kota kecil, maka masyarakat disana pada umumnya terhitung miskin dan kurang beruntung hidupnya. Begitu jg ayahku yg memiliki darah campuran melayu india. Untungnya aku sendiri dikaruniai wajah yg cantik dan tubuh yg menawan.

Karena kemiskinan pula aku terpaksa menikah diusia 14 tahun dgn seorang laki-laki yg pantas menjadi ayahku, sebut saja nama suamiku dgn Datuk Rahman. Seorang teman lama ayahku saat masih tinggal di Kedah.

Pernikahanku dgn Datuk Rahman, tdk bisa dikatakan tdk bahagia pada awalnya, karena aku masih ingat bagaimana malam pertama kami melakukan hubungan suami istri. Hari itu adalah hari kedua, tepatnya malam ketiga kami menjadi suami istri, barulah kami sempat melakukan hubungan badan.

Kejadiannya berawal setelah kami mengatar handai taulan terakhir yg pulang, setelah merayakan hari pernikahanku, kuingat malam itu Datuk Rahman duduk di sofa sambil menunggu aku yg menyiapkan minuman. Yg mengejutkan, adalah setelah aku menghidangkan minuman dia tiba tiba berdiri dan memegang pundakku dgn tangan kanannya dan menuntun aku menuju kamar kami.

Dgn tersenyum agak malu aku menurutinya. Setelah sampai didalam kamar dia membalikkan tubuhku, hingga kami saling berhadapan dan dia memegang kedua pundakku dan berkata

“Yan kamu benar-benar wanita yg sempurna. Aku tdk akan menyia-nyiakanmu malam ini. Aku akan memberikan nafkah batin yg kau butuhkan, sebagai layaknya seorang suami”.

Lalu Datuk Rahman mengecup keningku. aku hanya menutup mata dgn menahan gejolak nafsu yg sebenarnya dari tadi aku sudah terangsang berat. Datuk Rahman menciumi kedua mataku sementara kedua tangannya memegang pipiku, hidungku yg mancung dan bibirku dgn lembut namun pasti Datuk Rahman melumat bibir dan lidahku yg membuat aku tak kuasa menahannya hingga aku kesusahan unutk bernafas sampai terengah-engah.

“ahh……ahh…..ahhh…ohh..nghhh. peluk aku mas..ohhhh puaskan aku malam ini”.pintaku tanpa malu-malu lagi karena mulai terdorong oleh nafsu.

“Sabar sayang kita akan lalui malam yg indah ini dgn penuh sejuta kenikmatan yg tak terbayangkan olehmu” jawabnya sambil terus mencumbuku.

Sambil menciumi leherku dia meremas susu kiriku. Kepalaku terangkat ke atas menikmati permainannya sambil mendesah tiada hentinya.

“ohh..ahhhh….ahhh..ahhh…nghhhhhhh…nghhhh “.

Sesaat kemudian dia melepaskan dasterku hingga jatuh ke lantai, dan terlihatlah buah dadaku yg sudah mengeras dan kencang. Tanpa basa-basi lagi dia dgn tangan kananya dia memegang daguku dan mencium bibirku dgn lembutnya, sedangkan tangan kirinya berusaha melepas tali pengait BH-ku yg berukurun 36D itu. Setelah terlepas dia mulai mencium leher, lalu turun ke kedua bukit kembarku secara bergantian. Aku hanya bisa mendesah saja.

Sumber