Cerita Sex Dinda Sexual Teller Bank – Aku, seorang pemuda yg terpaksa kembali ke kampung halamanku karena sedang mengalami masa reses pekerjaanku yang disebabkan ada kesalahpahaman yg dilakukan di tempat kerjaanku. Keluargaku di kampung sendiri menyambutku dgn baik. Walaupun, aku kini menjadi seorang pengangguran. Tdk aku sia – siakan kesempatan untuk membantu pekerjaan orang tuaku di sebuah penginapan.

Seperti yg diketahui, pekerjaan di penginapan adalah pekeerjaan yg memerlukan tenaga extra dan konsentrasi sepanjang waktu. -cerita sex terbaru- Merapikan tempat tidur sampai menyediakan layanan laundry di lakukan oleh orang tuaku. Sebagian pekerjaan seperti menyediakan makanan dan mondar – mandir adalah tanggung jawabku. Aku menganggapnya sebagai baktiku kepada orang tua.

Pada suatu pagi. Ayahku pergi ke sebuah bank di kota untuk keperluan penarikan sejumlah uang yg tdk bisa dilakukan di mesin ATM. Menemaninya agar tdk melelahkan dirinya dan permintaannya kepadaku menjadi alasanku melakukannya. Ayahku mengambil antrian di bank. Tdk antri, karena berada pada akhir minggu. Ayahku lancar disana. Aku terfokus pada seorang teller di meja no 3.

Dari tempat ku duduk dan berdiri, memoriku memanggil kembali wajah yg rasanya tdk asing bagiku. Hanya saja, aku tdk dapat mengetahuinya kapan. Aku terus mengawasinya hingga ayahku menyadarkanku bahwa urusannya telah selesai. Dgn masih penasaran, aku meninggalkannya. Sebuah nama di tagging di pakaiannya, Adinda T.

Kembali lagi, pada awal minggu yg menyibukkan. Ayahku mengajakku kembali ke bank. Ia masih disana di meja no 3. Antriannya kali ini cukup memakan waktu. –cerita sex– Semua orang memiliki keperluan. Hampir 30 menit aku menunggu dan tiba giliran ayahku melaksanakan penarikan uangnya. Ayahku dilayani oleh teller disampingnya. Ia juga sedang sibuk dgn transaksi di mejanya. Aku iseng melemparkan sebuah pertanyaan.

Sumber