Cerita Panas Terapi Sex Wanita Yang Kesepian – Saya mengenal Septi pertama kali pada tahun 2013, lewat sosial media berlanjut dengan sering BBM-an . Mulanya kami ngobrol biasa-biasasaja ( kenalan, bercanda,puisi, pantun dan tebak- tebakan, dll ). Menginjak minggu ke dua, tdk di sangka dia menanggapi secara antusias setiap obrolan saya yg sering menjurus / tema pembicaraannya sering tentang sexs.

Waktu itu sebenarnya saya masih ragu apakah Septi ini betul-betul perempuan atau cuma lelaki iseng yg menyamar sebagai wanita . Maklumlah, selama ini kami berkomunikasi hanya secara tulisan, bukan lisan. Keragu-raguan itu akhirnya musnah setelah kami melakukan ” COPDAR = (copy darat)” di sebuah Plaza Mertopolitan.

Dan Ternyata dia seorang cewek muda pas dengan selera ku saat itu. Tdk begitu cantik tapi tdk juga jelek. Sedang-sedang sajalah. Yg istimewa darinya adalah bentuk body yg montok dan buah dadanya yg besar di atas rata-rata buah dada cewek Indonesia. Setelah berbicara beberapa ketika , dia mengajakku ke rumahnya di daerah Pondok Gede .

Dari situ saya mengetahui bahwa Septi sebenarnya adalah seorang ibu rumah tangga. Suaminya sekarang sedang bekerja di sebuah kontraktor besar. Setelah masuk ke ruang tamu, Septi mempersilakan saya menunggu sementara dia membuatkan es jeruk untukku .

Agak lama Aku menunggu sampai akhirnya saya melihat Septi keluar membawa segelas es jeruk. Pakaian kerjanya telah ia ganti menjadi baju tidur tipis. Darah saya langsung berdesir melihat puting susunya yg menyembul karena ia melepaskan kutangnya .

Setelah saya minum beberapa teguk, tdk saya sangka Septi langsung memeluk dan menciumi saya dengan sangat bernafsu. Lidahnya menjalar di dalam rongga mulut saya. Tangannya memasuki kemeja saya lalu mengelus-elus dada saya.

Kemudian tangannya mulai bergerak turun, menuju ritsleting celana luar saya lalu membukanya. Jari-jarinya menyeruak masuk ke celana dalam dan meraba bulu- bulu keriting sebelum akhirnya sampai pada rudal saya yg sudah membesar. Nikmat sekali rasanya. Tangannya meremas- remas rudal dan sesekali meremas pula kantong pelir. Saya menyambutnya dengan memasukkan jari saya ke dalam baju tidur nya.

Payudaranya yg sangat besar ku remas dengan sangat bernafsu. Tangan satu lagi saya masukkan ke dalam celana dalam nya. Dari situ saya masukkan jari tengah saya ke dalam lobang vaginanya yg sudah basah. Dia mengerang ketika jari-jari tangan saya mengorek-ngorek dinding vaginanya Tdk puas dengan satu jari, saya masukkan lagi jari telunjuk saya hingga sekarang dua jari masuk ke dalam vaginanya Jari manis dan jempol saya gunakan untuk mencubit- cubit kelentitnya yg besar dan keras.

Dia merintih manja. Di ketika – ketika hot seperti itu tiba-tiba dia melepaskan pelukannya.

” Di dalam saja yuk, ” pintanya sambil menarik tanganku . aku menurut lalu meng ikut inya menuju kamar tidur.

Di sana dia mulai melepaskan seluruh pakaiannya, begitu pula saya hingga kami sekarang dalam keadaan telanjang bulat.

“Ikat saya pakai ini,” katanya sambil memberikan ke padaku beberapa utas tali. Saya terdiam keheranan.
” Ayo, jangan ragu-ragu. Siksa dan sakiti aku sepuas hatimu.” Tapi …,” tanyaku .
“Jangan takut “ , Septi menikmatinya kok.
“Ayo cepat … Tunggu apa lagi?”
“Oke,” sahut saya. Memang inilah yg paling saya senangi.

Sumber