Cerita Sex Teman Ngesex Yang Begitu Baik – Waktu diusiaku yg beranjak dewasa, aku merasa bangga terhadap diriku yg ceria, supel, riang, penuh canda dan memiliki keindahan yg ada di dalam diriku. Tdk jarang aku berkumpul dan berjalan-jalan dengan kenalan baru, untuk saling mengetahui hal-hal yg baru. Aku di sekolah memiliki teman yg cantik dan seksi, sebut saja namanya Tyas, tetapi diriku memiliki lebih dari apa yg dimilikinya.

Temanku memiliki tubuh yg ideal, tinggi diatas 165 cm, berat 40 kg lebih, kulit putih bersih, pantat yg padat, dan yg paling kami banggakan adalah keindahan kedua bukit kembar yg kami miliki (34B lebih ukurannya), terkadang kami suka memakai pakaian yg pendek dan ketat untuk dapat memamerkan apa yg kami miliki, dan tentu saja indahnya tubuh kami sering dipuji. -cerita sex terbaru- Bangga rasanya dapat menarik perhatian orang, yg terkadang tdk berkedip melihatku.

Sebut saja namaku Putri, aku sangat akrab dan saling berbagi dengan temanku ini, walaupun itu hal yg kecil dan sepele. Di sekolah dan sepulang sekolah, rasanya seperti perangko saja, jarang berjauhan dan selalu terlihat bersama, dan tdk jarang kami menginap bergantian. Kalau sedang berdua, kami sering membandingkan sosok tubuh kami, apa yg kurang dan apa yg lebih. Kami membandingkan tubuh dengan berbagai macam jenis pakaian, dari yg dapat memperlihatkan indahnya tubuh dan pakaian yg benar-benar tertutup.

Dia sering bercerita apa yg sering dilakukannya dengan pacarnya, sampai ke hal-hal yg disukainya. Saat kami duduk berdua, dia menceritakan bagaimana dia merawat dadanya, dia mengajarkan bagaimana menghindari penyakit kanker payudara. Tyas mengajarkan cara memijat dan lain-lain. Dia mengatakan kalau wanita menyusui sangat minim untuk terkena kanker. Dengan berbisik, Tyas mengatakan kepadaku cara menjaganya dengan cara lain, tetapi lebih suka bila dibantu. Dia berbisik lagi,

“Dibantu dengan pacarku.” Lalu kubertanya,
“Bagaimana… ?”
“Sepeti ini (tanganya lalu meremas-remas dadanya) dan kadang dihisap, awalnya aku risih, tapi karena aku suka, jadi aku menyenanginya (pacarnya dan caranya).”
“Aku bingung… , seperti apa sih… ?” jawabku.
“Bodoh kamu… !” kata Tyas, lalu dia melepaskan pakaiannya dan memang bentuknya indah, aku saja terkagum-kagum, apa lagi pacarnya, buah dadanya mulus dan terlihat padat.

Lalu dia melepaskan BH yg menutupi keindahan dadanya. Kedua dada yg padat dan kedua puting yg merah terlihat lembut. Lalu tanganya meraba-raba, meremas-remas kedua puting yg terlihat bulat, akhirnya kedua puting payudara itu mengeras dan kedua dadanya tegang.

“Seperti ini… ” katanya. Dan dia memainkan puting yg merah itu sambil berkata,
“Dia menghisap ini dengan nafsu, dan lembut jg lidahnya memainkan ini, nikmat loh… !”
“Apa nikmatnya… ?” kataku.

Sumber