Cerita Sex Peran Pemuas Nafsu - Sebelumnya perkenalkan nama saya Echa, saya sekarang berumur 27 tahun, saya memiliki tubuh yang lumayan tinggi yakni 177cm, dengan ukuran payudara 34B. Ini merupakan cerita pertama saya, sebuah kisah yang selama ini saya simpan hingga saat ini dan sekarang akan saya coba tuturkan kepada teman-teman semua.

Sebagai perempuan muda yang telah berkeluarga saya memiliki sebuah obsesi berbeda dalam melakukan hubungan seks. Ya seperti yang anda duga saya suka seks kasar dengan pukulan dan sedikit kekerasan. Selama ini hubungan saya dengan suami masih baik-baik saja namun saya sendiri merasakan hal hambar dalam hubungan seks kami.
Saya dan suami bertemu tidak lama setelah saya selesai melakukan study di Singapore. Dia seorang yang baik dan saat ini tengan bekerja sebagai manajer disalah satu perusahaan swasta nasional. Suami ku sebenarnya telah mencoba memenuhi keingginanku untuk memenuhi “kebutuhanku” ini.
Saat melakukan hubungan Seks aku sering memberi kode kepadanya untuk sedikit kasar dan keras kepadaku. Tamparan-tamparan sering dilakukan oleh suamiku demin memberikan gairah lebih kepadaku, tapi hanya sebatas tamparan yang membuat saya merasa gairah dan nafsu birahiku tidak terpenuhi. Hal ini terkadang menimbulkan rasa kecewa dan frustasi karena nafsu tinggiku yang tidak tersalurkan namun hal ini coba kusembunyikan darinya.
Saat ini saya sendiri tengah bekerja disalah satu Bank swasta, Setelah 1 tahun bekerja diKantor pusat di Jakarta. Belum lama ini saya dipindahkan ke sebuah Kantor Cabang dan disinilah terjadi hal yang benar-benar merubah hidupku.
Ini bermula saat aku bertemu dengan mantan pacarku Diaz, dulu saat kuliah Echa mempunyai pacar bernama Diaz. Diaz orang peratma yg memperawani aku dan mengenalkan sex kepadaku. Diaz juga adalah orang yang paling tahu keinginan seks ku seperti apa, dia tahu kalau aku senang dengan sex kasar dan keras. Dulu kami sering melakukannya.
Tapi itu sempat terhentu karena aku selam 2 tahun harus melanjutkan kuliah S1 di singapura dan sejak itu kami menjadi kehilangan kontak, dan ketika aku dimutasi dari kantor pusat daerah jakarta ke sebuah kantor cabang.
Di situlah akun bertemu kembali dengan Diaz suatu hal yang ngak pernah aku sangka akan terjadi lagi. Bisa bertemu dengan mantanku itu, Diaz ternyata bekerja sebagai BO di Bank yang sama denganku, aku sendiri adalah sabagai CS di Bank itu.
“siang mbak ini laporanya,,”, kali pertama Diaz menyapaku, saat itu aku tidak sadar bahwa itu adalah diaz.
“iya taruh aja di meja”, jawabku saat itu.
“haaa, Diaz kamuuu!!!”, Bertapa terkejutnya aku begitu aku menatap muka orang yang didepanku, orang yang aku sangat kenal Diaz.
“Lho echa kamu baru disini juga ya??”, tanya diaz balik, ternyata Diaz juga tidak kalah terkejutnya denganku
Saat itu perasaanku tegang bercampur malu dan senang, karena bertemu kembali dengan Diaz.
‘lhoo kalian sudah saling kenal ya cha??”, Bilang Vira dengan nada cemburu dan sedikit jutek kepadaku, Vira adalah teman sekantorku yang juga seorang CS, dari info yang aku dengan Vira adalah kekasih gelap dari Diaz yang juga seorang lesbian dan maniak sex.
“iyaa Vir ini teman lama saya wktu di kampus sebelum pindah ke singapura”, jawab Diaz menjelaskan ke Vira. Mendengar penjelasan Diaz akupun tersenyum, tapi tidak dengan vira wajahn terlihat seperti curiga dan tidak senang akan kehadiran aku.
Waktupun terus berjalan dan pekerjaan di kantor lancar seperti hari-hari lainnya, sampai akhirnya situasi itu datang. Aku ingat itu terjadi saat jam makan siang, saat Diaz menghampiri meja kerjaku.
“Hai Echa, sibuk ga??” tanya Diaz kepadaku

Sumber