Cerita Sex Budak Istri Kesepian – Aku saat masih kuliah sambil memberi les pada anak-anak SMP dan SMA dibidang IPA. Dari 9 orang muridku, 4 diantaranya duduk di bangku SMA kelas dua IPA. les yg aku berikan les privat dan aku yg dateng ke rumah muridku. Bella salah satu muridku yg paling cerdas, orangnya periang dan ramah.

Mungkin sebenarnya dia tdk butuh les denganku, tapi karena dia anak tunggal dan sering ditinggal maka ortu nya menaruh harapan besar terhadapnya. Ayahnya cuma punya waktu 1 minggu dalam 1 bulan untuk tinggal dirumah, ibunya masih muda berusia 37 tahun dan suka jalan-jalan dengan teman-temannya sampai lupa anak gadisnya juga butuh kasih sayang.

Bella memiliki paras yg cantik dengan rambut se-tali bra, mirip sekali dengan Luna Maya. selain itu tubuhnya yg ramping dengan lekuk betis indah dan paha jenjang yg putih muluscukup membuat aku sering deg2an. Apalagi ukuran dadanya yg 32C itu, tubuhnya menjadi begitu sempurna.

Aku mulai mengajar Bella sejak ia masuk SMA, jadi saat kejadian mengasikan ini terjadi aku sudah kenal dengan dia dan keluarganya kurang lebih 2 tahun (sudah hampir naik kelas 3). Hujan lebat mengguyur kota Jakarta pada Maret 2007, aku juga basah kuyup saat harus datang dengan motorku kerumah Bella.

“what a bad f**king day..” aku berbisik sambil menengadah kelangit.

Hujan yg luar biasa lebat disore hari, pasti aku gak bisa pulang lagi sampe malem karena hujan. Tugas-tugasku juga sudah numpuk apalagi 2 bulan kedepan aku harus sidang KP dan Skripsi. Pagar dibukakan si mbok, aku langsung mendorong sepeda motorku ke carport rumahnya dan mmelepas jas hujanku.

“Ko, si non lagi keluar.. katanya sih sebentar aja” kata si mbok menjelaskan.
“Oh, gak apa mbok saya tunggu saja” jawabku sambil menggantung jas hujan di motor.
“Ya sudah silakan masuk Ko, mbok buatkan teh hangat.” ujar si mbok sambil ngeloyor masuk lewat garasi.

Aku masuk ke ruang tamu tapi aku gak berani duduk karena celanaku basah, aku takut mengotori sofa mahal dari bahan suede nya itu. Aku hanya berdiri sambil memandangi lukisan dan foto-foto yg terpajang di tembok ruang tamu

“lho kog ndak duduk,ko?” si mbok nyeletuk sambil meletakkan teh hangat.
“iya nih mbok, abis basah sih!” jawabku jujur.
“Bentar yah, tak ambilin anduk dan baju bekas bapak!”, singkat kata aku pun disuruh mandi air hangat supaya gak sakit, lagian si Bella blom pulang.

Saat aku selesai mandi, Bella sudah ada dikamarnya diatas. Aku pun berterima kasih sama si mbok dan langsung ke lantai dua. Aku ketuk pintu kamarnya lalu aku menuju ruang belajar yg persis diseberang kamarnya. Aku tunggu Bella setengah jam tapi kog gak muncul-muncul juga, maka ku beranikan diri untuk membuka pintu kamarnya setelah kuketuk dan tdk dijawab lagi. Ternyata Bella sedang mandi, aku mendengar gemericik air dari kamar mandinya, dan aku melihat pakaian dalamnya berserakan dilantai.

Seketika itu aku merasa terbakar urat hornyku.. Seperti suatu keinginan besar yg sudah lama dipendam dan saat ini saat paling tepat untuk dilepaskan.. Aku berusaha mengontrol berahiku tapi memang nasib.. Bella keburu keluar kamar mandi dengan telanjang bulat, mempertontonkan lekuk tubuhnya yg paling pribadi dihadapanku.

Sumber