Cerita Panas Jalan – Jalan Nikmat – Saat Jalan-jalan-dimulai dari Suasana meredam kepedihan saatnya di lakukan’dengan pergi wisata kulinar “asyik juga. sekian lama tdk berkunjung ke salah satu sohipku yg sudah bener bener lengket banget boleh dibilang duluk kayak prangko, nempel terusss.

Hemmmm…! gimana ya keadaannya sekarang apakah sama seperti tahun sebelumnya atau dia sudah mengalami perubahan yg signifikan,

Ah tak tahu rasa penasaranku semakin kuat,ingin cepat-cepat bertemu dengan dia pokoknya ,langsung aku kemas-kemas ke esokan paginya aku langusng berangkat dengan Namaku Dedi, aku tinggal di kota K. Tanggal 22 Mei 1999 yg lalu aku pergi ke Surabaya untuk liburan, sambil refreshinglah.

Setelah berputar-putar sebentar, sorenya aku menuju rumah temanku yg sudah sangat akrab di kawasan DK. Keluarganya sudah sangat akrab dengan keluargaku, sudah seperti satu keluarga sejak aku lahir. Di rumah ini ada Mas Irwan yg umurnya 22 tahun, adiknya (cewek, masih SMU), sepupunya (cewek sudah sekitar 23 tahun), dan tentu saja kedua orang tua mereka. Hari itu biasa saja, tdk ada something spesial yg terjadi.

Keesokan harinya, Mas Irwan mengajakku pergi makan dan jalan-jalan di mall. Eh.., ternyata dia mengajak ceweknya. Ternyata ceweknya ini kost cuma sekitar 300 meter dari rumah Mas Irwan. Namanya Julia. Anaknya cakep juga, masih kuliah, umurnya 21 tahun. Kulitnya putih kekuningan meskipun keturunan Jawa tulen, tingginya sekitar 164 cm, beratnya 46 kg, tapi pinggulnya cukup besar, bodinya asyik juga, dan payudaranya lebih besar dari rata-rata cewek Indonesia.

So, dengan mobil Panther itu Mas Irwan dan Julia duduk berdua di depan sedangkan aku yg duduk di bagian tengah dicuekin oleh mereka. Kami berputar-putar di Tunjungan Plaza, makan di sebuah restoran sea food sampai kenyg lalu kembali lagi ke tempat kos Julia.

Lalu setelah mobil diparkir, kami bertiga masuk ke tempat kosnya dan langsung masuk kamarnya. Hmm.., sempat terpikir olehku, sebenarnya itu tempat kos cewek atau cowok, soalnya ada beberapa ciban (banci) yg nongkrong di situ. Di dalam kamar Julia, aku disetelin sebuah VCD porno, sambil diberi coklat Silver Queen, sementara Mas Irwan dan Julia bermesraan berdua, berciuman dan bercumbu. Ah.., aku juga sempat berkenalan dengan adik Julia yg bernama Lenny, yg mondar-mandir keluar masuk kamar.

Lenny bertubuh lebih pendek dari Julia, lebih coklat kulitnya, dan bodinya lebih langsing, cuma sayangnya payudara dan pantatnya juga lebih “tdk menantang” dibandingkan Julia. Cuma yg lebih disayangkan lagi Lenny seorang perokok berat dan hari itu dia sedang sakit tenggorokan. Setelah selesai menyetel VCD-nya sampai 45 menit non-stop, Aku matikan TV dan playernya. Eh, tiba-tiba Mas Irwan nyeletuk,

Sumber