Cerita Panas Lina dan Nikmat Tubuhnya – Terasa terik sangat menyengat sinar mentari disiang ini, laju motor matic-ku pun melaju dengan kencangnya. Sekali-kali mataku melirik spidometer tangki bensinku yang sebentar lagi akan terisi penuh oleh bensin di dekat Dandin, denpasar.

Saat itu ku kenakan jaket kesayangan ku merk At**** yang merupakan brain terkenal band kesayanganku ”Blink 182” begitu pula sepatuku ber merk MacXXX yang sama juga terkenalnya.

Terlihat sosok gadis belia seumuranku 2 tahun yang lalu saat turun dari motor untuk mengantre, dan sekarang saya sendiri kini menginjak umur 18 tahun smester 2 di PTN fave Bali. Terlihat putih bersih kulitnya, begitu juga pakiannya girlie banget tak luput wajahnya yang menawan, membuatku tak karuan tak sengaja dipandang olehnya. Rasa grogi menyertaiku ketekia menyapa dengan kata

”hai!, sndiri ya.. jaket km keren, beli dimana? gua nyari kyk ntu kok gak nemu-nemu ya?”, katanya rada nyeroscos.
”hei, gw bli di b********** kmaren stoknya tinggal ini, hehe..kalo mau ntr bisa dibantu kok nyarina! hahaha..”,

sahut gw dengan deg degan. Maklum lah gw berparas biasa saja, namun banyak teman sma bilang kalo aku ganteng apalagi aku juga anak band. Teman-teman biasa memanggil saya Dandi

”ok, makasih ya..tapi gw cepet-cepet neh..”, sembari ia membalas dan ia pergi begitu saja.. sial, hilang gitu aja tuh ikan gua, fikirku.

Sampai juga dirumah, dan kumelepas sapatu dan menaruh tasku yang berisi laptop yang selalu kubawa.

” Blugghhhhhh….. Fuuuuuhh…!!” terdegar suara seperti itu mungkin. Kulihat hp menunjukan pukul 4 sore, dan 3 pesan masuk dan semuanya dai tmn ku sma yang mengatakan akan main kerumaku yang dulunya tempat tangkringan anak-anak. kulempar hp tak peduli bgtu saja setelah membalas sms tersebut.

Jam menunjukan pukul delapan malam, setelah badanku harum dan perutku terisi penuh oleh lauk yang dimasakan mama, akhirnya tmanku si Riko datang. Kedatanganya kusambut dgn memukul perutnya yang begitu besar,

”hey Jlek..pa kbr?”, lontar pertanyaan dari mulutnya

”haha.,,dasar gendut, baek..Cuma stres ama kuliahan neh! ntah gimana hasil uas kmaren blom jelas”, sahutku dengan nyroscossnya,,

Kita pun mengobrol panjang lebar sampe akhirnya dia pergi dan menitipkan sebuah nomor telepon temannya yang bernama Lina. Riko sempet bercerita sedikit tentang Lina yang berawakan sexy, putih, menggairahkan. langsung kubayangkan bagaimana jadinya ketika memerhatikan nomor itu.

Kumulai dari sebuah missed call yang kucoba ke nomernya, dan trnya ta, Greath!! nyambung. Alhirnya kuberanikan diriku mengirimkan sms ke dia.

”hai, Lina ya? lam knal. Dandi”, pesan ku terkirim ternyata sangat kilat, tumben bgt nie operator gak sinting ”pikrku”
”hey, iya ini Lina, lam knal. anak mna? Btw dpt nomerku drmn?” balasnya cukup lama, namun bergeas ku balas
”anak *******, dari Deo! hehe..”

sms kami lakukan hingga pukul 12 malam, ntah apa sja kami bicarakan. Sampai akhirnya dia menelponku. Terdengar suaranya yang ramah, rame, asik. Terlihat dipembicaraan kita pertama sangatlah akur dan nyambung, sehingga terbesit rasa yang tak biasa kurasakan. Topic demi topic pembicaraan terlontarkan hingga jam menunjukan 2 pagi, namun karena keasikan pembicaraan terus dilanjutkan. Sampai akhirnya sebuah topic tentang seks kita bicarakan, dan tercium bau kalau Lina suka melakukan hubungan seksual dengan pacar sebelumnya, dan kitapun saling bertukar pengalaman kita masing-masing. Dan tersirat kata dari bibirnya

Sumber