Cerita Panas Ngesex Dengan Dua Fotografer Aku, seorang model yunior, diperkenalkan oleh temanku pada seorang fotografer ternama supaya aku bisa diorbitkan menjadi model terkenal. Temanku ngasi tau bahwa om Gading, demikian dia biasanya dipanggil, doyan daun muda. Bagiku gak masalah, asal benar-benar dia bisa mendongkrak ratingku sehingga menjadi ternama. Om Gading membuat janjian untuk sesi pemotretan di vilanya di daerah Puncak. Pagi-pagi sekali, pada hari yg telah ditentukan, om Gading menjemputku.

Bersama dia ikut juga asistennya, Agus, seorang anak muda yg lumayan ganteng, kira-kira seumuran denganku. Tugas Agus adalah membantu om Gading pada sesi pemotretan. Mempersiapkan peralatan, pencahayaan, sampe pakaian yg akan dikenakan model. Om Gading sangat profesional mengatur pemotretan, mula-mula dengan pakaian santai yg seksi, yg menonjolkan lekuk liku tubuhku yg memang bahenol.

Pemotretan dilakukan di luar. Bajunya dengan potongan dada yg rendah, sehingga toketku yg besar montok seakan-akan mau meloncat keluar. Agus terlihat menelan air liurnya melihat toketku yg montok. Pasti dia ngaceng keras, karena kulihat di selangkangan jins nya menggembung. Aku hanya membayangkan berapa besar penisnya, itu membuat aku jadi blingsatan sendiri.

Setelah itu, om Gading mengajakku melihat hasil pemotretan di laptopnya, dia memberiku arahan bagaimana berpose seindah mungkin. Kemudian sesi kedua, dia minta aku mengenakan lingeri yg juga seksi, minim dan tipis, sehingga aku seakan2 telanjang saja mengenakannya. Pentil dan jembutku yg lebat membayang di kain lingerie yg tipis. Aguspun kayanya gak bisa konsentrasi melihat tubuhku.

Aku yakin kon tolnya sudah ngaceng sekeras2nya. Om Gading mengatur gayaku dan mengambil poseku dengan macam-macam gaya tersebut. Tengkurap, telentang, ngangkang dan macem-macem pose yg seksi-seksi. Kembali om Agus memberiku arahan setelah membahas hasil pemotretannya.

Sekarang sekitar jam 12 siang, om Gading minta Agus untuk membeli makan siang. Sementara itu aku minta ijin untuk istirahat dikolam renang aja. Om Gading memberiku bikini yg so pasti seksi dan minim untuk dikenakan. Tanpa malu-malu segera aku mengenakan bikini itu. Benar saja, bikininya minim sehingga hanya sedikit bagian tubuhku yg tertutupinya. Aku berbaring di dipan dibawah payung. Karena lelah akibat sesi pemotretan yg padat dan angin sepoi-sepoi, aku tertidur. Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yg meraba-raba tubuhku, tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku.

Sumber