Cerita Dewasa Mahasiswi Cantik Bandung – Halo, salam kenal, sbelumnya perkenalkan, nama gw Rudi Hartanto, di forum ini gw mau berbagi tentang kisah cinta gw yang nyata (real story) gw alamin sendiri. Untuk kesempatan pertama gw mau cerita ttg kisah gw jaman kuliah: gw kasih judul: Cerita Sex Mahasiswi Cantik Bandung.

Umur gw sekarang 31 tahun, kisah ini terjadi akhir 2001. Gw saat itu masih kuliah di Univ. Indonesia, (Fakultas, maaf…rahasia,takut ketahuan). Waktu itu gw semester 5. Di kampus gw punya temen deket perempuan, Melda namanya (maaf, nama gw samarin). Melda itu seangkatan sama gw, anaknya cantik, kulit putih, rambut panjang lurus, tinggi sekitar 160an cm, berat sekitar 48an, dan yang paling enak dilihat dari dia adalah payudaranya yang bulat membusung dengan ukuran 36B.

Melda tergolong mahasiswa pinter di UI, ini terbukti dr seringnya ia mendapat beasiswa.Melda tergolong mhasiswa yang abis kuliah lalu pulang, ga pernah nongkrong kaya’ gw. Di antara temen-temen gw ada salah satu teman yang naksir berat sama dia, Baldy namanya. Baldy dah lama ngincer Melda, tapi ga pernah berani ngomongnya. Suatu hari Baldy punya keberanian buat ngomong langsung ke Melda, ditembak lah Melda. Mungkin karena ga enak atau apa, Melda pun terima Baldy, pacaran lah mereka.

Singkat cerita sekitar sebulan setelah “penembakan” itu, HP gw bunyi, isinya sms dr Melda. Dia minta ketemuan ma gw. Akhirnya kita ketemuan di somewhere di sekitar kampus UI depok. Kita ngobrol, dr persoalan enteng sampe serius. Di situ Melda curhat ttg hubungannya dengan Baldy.

Akhirnya gw tau, bahwa hubungan mereka renggang, alasannya Melda mengeluh tentang Baldy yang menurutnya terlalu kaku , dan intensitas ketemuan mereka yang kurang. Gw interogasi lagi, soalnya gw ga percaya kalo’ hanya itu penyebabnya. Melda pun akhirnya ngaku, bahwa sebenarnya dia ga suka Baldy, dia terima Baldy krn kasihan.

Dan yang gw kaget lagi, ternyata Melda udah lama menaruh simpati sama gw yang notabene sehari-harinya hidup sebagai mahasiswa yang urakan dan cenderung asal-asallan. Gw diam, ga bisa ngomong, dan ga bisa kasih dia solusi. Gw ga jawab apa-apa hari itu. Pertemuan pun gw tutup dengan ngajak dia makan di warung tongseng deket kampus dan gw anter dia pulang naek angkot.

Besoknya…gw inget harinya hari senin di bulan oktober 2001. Waktu itu gw kebagian kuliah sekelas bareng Melda, di kelas gw iseng-iseng curi pandang ke dia yang hari itu pae baju kemeja warna putih lengan pendek dan rok coklat tua motif kembang-KEMBANG kecil sejengkal di atas lutut, cantik bgt dia, dengan rambut panjang lurus diurai yang jatuhnya pas banget di payudara montoknya yang mengintip karena kancing yang terlepas dua. Lihat gw merhatiin dia, diapun senyum.

Gw ga berkedip liat dia duduk, dr ujung rambut sampe ujung kaki. Betisnya yang mulus dan bentuknya mirip padi membunting sgt menggoda gw. Ga lama bel selesai kuliah berbunyi. Semua mahasiswa termasuk Melda dan gw keluar. Di depan pintu gw panggil dia, dia senyum dan kita ngobrol basa basi. Karena hari itu kuliah jam terakhir dan sudah agak sore, gedung perkuliahan pun lumayan sepi.

Sumber