Cerita Sex Ngentot Bi Minah – Aghre adalah seorang pemuda dari Semarang yang bersekolah di salah satu SMU terkenal di Jakarta. Dia tinggal di suatu rumah kost di daerah Kota yang dekat dengan sekolahnya. Rumah yang di tinggalinya ada 15 orang yang terdiri dari lelaki dan perempuan, dan kebanyakan dari mereka sudah bekerja. Di rumah itu juga ada 2 orang pembantu wanita yang bernama Bi Minah dan Bi Ipah, keduanya berumur sekitar 35 tahun, mereka berdua walaupun seorang pembantu tetapi mempunyai tubuh yang sexy yang tidak kalah dengan penghuni kost lainnya. Dan seorang pembantu lelaki yang bernama Udin berumur 26 tahun yang membantu membersihkan rumah.

Aghre tergolong anak yang supel dan suka membantu anak-anak kost lainnya, dan juga kepada para pembantu. Dan dalam beberapa hari saja dia sudah dapat bergaul dengan anak-anak kost yang lainnya. Di antara anak kost yang tinggal, ada beberapa orang yang sangat dekat dengan Aghre, seperti Cie Leni (26), Cie Mega (27), Cie Lusi (26), Cie Mira (25), dan Mbak Rani (30). Sedangkan lelakinya seperti Ko Rudi (28), Ko Fredi (27), dan Ko Iwan (27).

Cie Leni, Mega, Lusi dan Ko Rudi bekerja di tempat yang sama di suatu bank swasta di daerah kota. Sedangkan Cie Mira seorang pekerja malam yang bekerja menemani tamu di sebuah club malam di daerah kota. Sedangkan Mbak Rani seorang menager di suatu perusahaan properti. Ko Iwan seorang programmer di suatu perusahaan terkenal di Jakarta dan berkantor di daerah Sudirman. Sedangkan Ko Fredi seorang pengangguran yang belakangan saya ketahui ternyata dia seorang gigolo yang sering mangkal di diskotik-diskotik besar di Jakarta. Dan yang lainnya jarang berbincang-bincang dengan Aghre.

Di hari pertama sekolah adalah hari yang kurang menyenangkan bagi Aghre, karena hari itu adalah hari perploncoan bagi murid baru di sekolah itu. Banyak tugas yang diberikan oleh kakak kelas yang dimintai tanda tangan, dan setelah pulang Aghre kebingungan untuk mencari pesanan kakak kelasnya itu. Untung saja ada Bi Minah yang sudah baik dengan Aghre, karena dia yang dititipi pesan oleh orang tua Aghre untuk membantu Aghre jika dia butuh sesuatu, dan dia juga telah diberi sejumlah uang oleh orangtua Aghre yang kaya di daerahnya.

Setelah menitipkan sejumlah nama barang yang dibutuhkan oleh Aghre dan uang kepada Bi Minah, Aghre langsung masuk ke kamarnya, ganti baju dan langsung mandi. Siang hari suasana kost sepi, sebagian besar orang kost sedang pergi bekerja, hanya ada beberapa orang saja yang ada di kost itu dan sedang di dalam kamarnya masing-masing, hanya Bi Ipah dan Udin yang sedang santai nonton TV di ruang tengah tempat orang kost ngumpul setiap malam, walaupun mereka masing-masing banyak yang membawa TV sendiri termasuk Aghre.

Setelah mandi, Aghre tiduran di kamarnya yang ber-AC itu sambil melihat TV. Tidak lama kemudian Aghre ingat VCD dewasa yang dia beli ketika dia masih di Semarang.

“Ah.., kenapa tidak kusetel saja VCD itu dari pada liat acara TV yang nggak bagus.” pikir Aghre dalam hati. Kemudian Aghre ngambil VCD dari tempat persembunyiannya dan menyetelnya. Tidak lama kemudian tampak wanita bule dengan body sexy dan buah dada yang montok sedang mengaraoke kemaluan pria bule yang panjang dan masih lemas.

Sumber