Cerita Seks Saya Cewek Murahan – Aku menggerutu pelan ketika melihat keluar dari jendela kamar kosanku. Matahari bersinar terang dan panas sekali. Dengan enggan aku bersiap untuk keluar dari kosan demi mengikuti perkuliahan. Flare skirt berwarna navy blue sudah menutupi pinggang hingga 5 cm diatas lututku. Demi mengurangi rasa panas, aku memakai kaos putih ketat. Dadaku terekspose dengan jelas akibat dari ketatnya kaus ini.

Aku melihat jam dan merasa aku masih bisa pergi ke foodcourt dulu untuk sarapan yg telat. Aku harus masuk kuliah jam satu dan sekarang masih jam 12 kurang. Sepatu flat shoes sudah kupakai dan aku sudah siap untuk pergi ke kampus.

Setelah kukunci kamarku, aku keluar dari tempat kos dan berjalan menuju kampus yg tdk jauh dari kosan. Aku melewati warung kopi di pinggir jalan dan ada beberapa mahasiswa yg nongkrong di warung kopi tersebut. Pendengaranku yg tajam bisa mendengar suara siulan pelan dan obrolan mereka.

“Buseettttt, montok juga ya tu cewek.” Kata salah seorang cowok.
“Wuiihhh, iya broo. Bulet.. Kenceng lagi..” kata temannya.

Aku tdk menghiraukan perkataan mereka dan menyebrang tepat di depan kampus. Salah seorang satpam yg sedang duduk langsung berdiri dan membantuku untuk menyebrang.

“Eh, neng Vira. Mau kuliah neng?” sapa si satpam itu ketika aku sudah sampai sebrang.
“Iya pak, makasih ya udah nyebrangin.” Ucapku.

Aku berjalan meninggalkannya dan menuju foodcourt yg berada di lantai dasar. Aku merasa si Satpam tadi memandangi pantatku yg bergoyg pelan. Entah mengapa aku memang suka orang memandangi tubuhku dengan kagum. Aku rela dilihat banyak orang asalkan mereka tdk berbuat macam-macam dengan tubuhku.

“Viirrraaaa..”

Ada yg memanggilku dan aku langsung mencari siapa yg sudah berteriak untuk memanggilku. Kulihat di ujung foodcourt, seseorang melambaikan tangan. Ada tiga orang yg duduk di meja tersebut, Romi, Mila dan tentu saja Reza, pacarku. Aku langsung menghampiri mereka yg sedang mengobrol.

“Hai”
“Hai Vira..” kata Romi dengan semangat.
“Kok kalian disini sih? Bukannya lagi kuliah?” tanyaku kepada Reza dan Romi.

Reza dan Romi tdk satu jurusan denganku. Mereka jurusan teknik sipil dan satu tingkat diatas aku. Sedangkan aku kuliah jurusan manajemen bersama Mila. Aku mengenal mereka ketika sedang ospek dan mereka adalah mentorku.

Sumber