Cerita Seks Kupu-Kupu Malam Kesepian – Suara erangan dan jerit kenikmatan bersahutan dalam kamar suite di hotel bintang empat tersebut. Di atas ranjang yang besar terlihat seorang wanita muda, berkulit putih rambut sebahu sedang mengerang nikmat ketika laki-laki muda yang ada di atasnya menghentakkan pinggulnya sembari menciumi leher wanita itu.

“Ahhh, keeluuaaarrh Prim, akuuu dapeeeettss!” Wanita itu mengejang menggapai orgasme.

“Ampunnnnn, aduuhhhh, lagiihhh, lagiihhh!”

Terjangan orgasme membuat wanita itu kewalahan dan pasrah ketika laki-laki yang bernama Prima itu membalik tubuhnya dan langsung menyetubuhinya lagi dengan gaya Doggie Style.

“Ahhhh, ahhhh, mentok ahhhh, ampuunnhnnnn, gillllllaaaaahhkk!” Wanita itu mengejang lagi untuk kesekian kalinya.

Udara sejuk dalam kamar itu tidak mampu menahan keringat keluar dari tubuh kedua orang itu. Wajah laki-laki itu tampak mengejang berusaha menahan desakan dalam penisnya yang begitu kuat. Ia berusaha memperlambat tempo supaya bisa lebih lama menikmati tubuh wanita yang sekali lagi mengerang nikmat mendapatkan orgasme entah untuk yang keberapa kalinya.

“Aduh Prim, udahan plis, lemes banget inih, kluarin beb..” Wanita itu merengek sambil mengerang ketika orgasme kembali menerjang dari bawah tubuhnya.

“Bentar lagi Cin, masih blom puas nih say.” Prima membalik tubuh wanita yang bernama Cintia lalu memasukan lagi penisnya.

Cintia hanya mengerang pasrah merasakan batang penis Prima yang begitu keras merasuki memeknya.

“Hahhh, hahhhh, mo kluar Cin, aaaahhh!” Prima menghentak-hentak makin keras sambil menahan pinggul Cintia.

“Yahhk, yahhk, bareng Prim, aduh gilaaahhhkkkk!”

Prima dan Cintia mengerang keras, tubuh Cintia mengejang dan bergetar ketika merasakan semburan sperma Prima ke dalam dirinya. Dengan nafas memburu keduanya tergeletak lemas di atas ranjang. Prima dan Cintia menatap satu sama lain sambil tersenyum bahagia. Di lantai kamar itu berserakan gaun pengantin serta tuxedo yang mereka kenakan tadi siang pada waktu resepsi pernikahan mereka.

Prima mencium bibir Cintia, yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya. Sudah begitu lama ia menunggu untuk bisa bercinta dengan Cintia, yang sangat menjaga kehormatan dirinya. Cintia yang kehabisan tenaga, merasakan kebahagiaan karena bisa membuat suaminya begitu puas dalam bercinta, karena selama ini Cintia kadang merasa grogi menjelang malam pertama mereka ini.

Sumber