Cerita Dewasa Sani Kembang Desa – Aku merasa lega setelah akhirnya Pak Bambang dosen pembimbing skripsi menyetujui skripsiku layak untuk di uji dalam ujian pendadaran. Setelah hampir 2,5 tahun Aku tak kenal lelah selalu berkonsultasi dengan Dosen yg terkenal killer dan telah membuat beberapa mahasiswanya nggak bisa lulus kuliah. Desakan orang tua agar lulus kuliah membuatku terus berjuang walaupun untuk skripsi saja menghabiskan waktu 2,5 tahun.

Perlengkapan untuk maju ujian Skripsi cukup banyak, mulai dari harus bayar IOM lunas, surat keterangan bebas perpustakaan, surat ijin penelitian dan lain-lain. Dari semua syarat itu ada yg mengharuskanku pergi ke Semarang yaitu surat ijin penelitian skripsi yg harus di urus ke kantor Kesbanlinmas Propinsi Jawa Tengah. Padahal selama ini aku baru 2 kali pergi ke Semarang, dan sungguh aku tak hafal jalan kota semarang, apalagi dimana itu kantor Kesbanglinmas. Selama ini aku hanya tau Kota Solo tempatku kuliah dan kampung halamannya yg berada di pelosok Karanganyar.

“gimana caranya aku nyampe semarang” .

Kucoba mengingat-ingat beberapa temanku yg berasal dari semarang, namun aku telah kehilangan jejaknya, beberapa sudah lulus dan bekerja yg aku sendiri tak tau dimana. Mau tanya adik angkatan, banyak yg tak kenal. Selama kuliah aku benar2 kuper, nggak gaul, kerjanya hanya kuliah dan narik Ojek di kampung halamanku Matesih Karanganyar.

“oh iya, bukankah Sani kerja di Semarang, dan suaminya juga orang semarang? Ah barangkali aku bisa minta tolong dia atau suaminya antar aku ke Kantor Kesbanglinmas.”

kubuka phonebook di HP jadul ini berharap masih ada No HP Sani yg pernah ku dapat waktu Sani pulang dari Semarang sama suaminya tiga yg lalu. Dan aku bersyukur nomor HP itu masih ada. Dicobanya SMS Sani.

‘Sianx.. hi ni Sani kan? Aq Iwan Matesih..’
‘hai.. pakabar, bntr ya mas, aq lg krj, 1 jm lg yua.”
‘yup. Tq. 1 jm lg kutelp ya.
‘ok’

Sumber