Cerita Ngentot Kenikmatan Gadis Desa Seksi – Kalau kita melihat dia mungkin juga bisa ngaceng dech kontol kita karena selain cantik juga sexi bentuk tubuh dan wajahnya juga pkoknya menyenangkan. Kehidupan keluarga di desa yang kurang mampu membuat Fikri berniat pergi merantau ke kota, disertai izin orang tuanya Fikri pun menerima tawaranku untuk pergi ke kota dan bekerja di toko kaset tanteku di jakarta.

Sambil menunggu keberangkatan pegawai di toko tanteku yang ingin pulang kampung dan menikah, Fikri sementara tinggal dirumahku.

Fikri memiliki tubuh yang tegap,dengan tinggi 155cm dan usia yang baru 14 tahun.

Walaupun agak pendiam,Fikri tergolong anak yang penurut dan rajin.

Sikap Fikri yang santun, mau belajar dan bertanya membuat istriku senang dengan kehadiran Fikri dirumah. Apalagi terkadang sifat lugu si Fikri kerap membuat istriku tertawa.

Akupun simpatik dengan sikap dan sifat Fikri, sehingga aku tak sungkan untuk ikut menyiapkan keperluan Fikri sebelum nanti berangkat kerumah tanteku.

Baju kaos,kemeja, celana panjang, sampai celana pendek, entah baru dibeli maupun bekas dimasukkan ke kardus agar bisa Fikri bawa saat berangkat nanti.

Tak ada hal yang negatif yang muncul dari kehadiran Fikri dirumahku. Andaikata ada, mungkin itu adalah tatapan Fikri yang agak tajam saat menangkap belahan dada istriku yang kadang tak sengaja terlihat saat membungkuk.

Sering kutangkap moment itu yang kemudian membuatku akhirnya bertanya pada istriku.

Ternyata istriku pun tahu dan juga menceritakan kejadian di siang hari waktu Fikri naik keatas bangku untuk mengganti lampu dapur, dimana kala itu istriku yang memegangi bangkunya. Bisa kubayangkan apa yang dilihat Fikri, apalg kaos ketat dengan bagian dada rendah adalah kostumnya saat itu.

Tambah lagi dengan Senyum dan cubitan istriku saat bercerita, jadi tanda bhw hal2 tadi terkadang juga disengaja oleh istriku.

“Jgn marah ya,pa..abis lucu liat mukanya”,goda istriku.Aku cuma bisa mesem saja.

Hal itu membuatku juga jd iseng mau mengetes si Fikri.

Suatu malam,istriku sudah tidur duluan dikamarnya, seperti biasa Fikri dan aku msh menonton Tv.

“bosen ya, Fik..acaranya gini-gini aja”,ujarku santai.
“iya yah,mas..aku jg ga ngerti film’nya nyeritain apa”,sahut Fikri.
“kita nyetel DVD aja ya,Fik”,kataku sambil bangkit dr dudukku.
“emang pilem apa,mas ?”,tanya Fikri dengan nada bersemangat.
“pilem orang dewasa..”,jawabku sambil nyengir.

Sumber