Cerita Seks Mertuaku Cantik Undercover Kisah ini kisah nyata. Kisah ini sudah mendapat izin dari pelaku utamanya untuk diabadikan. Tapi untuk menjaga nama baik semua pihak, nama- nama kota dan pelakunya diganti semuanya. Selamat mengikuti dan mohon maaf atas segala kekurangannya. Sebenarnya wanita itu bukan ibu kandung istriku. Ia ibu tiri istriku. Usianya juga hanya 5 tahun lebih tua daripada istriku. Tapi tetap saja aku memanggilnya mamah, seperti Indri (nama istriku) memanggilnya.

Mengenai ibu kandung Indri, aku hanya mendengar ceritanya saja, bahwa pada saat Indri berusia 18 tahun, ibu kandungnya meninggal dunia, karena menderita kanker ovarium. Setelah hidup menduda selama setahun, ayah Indri menikah lagi dengan wanita yg jauh lebih muda, bernama Ratih, yg sekarang biasa kupanggil mamah, meski usianya hanya setahun lebih tua dariku.

Pada saat kisah nyata ini dimulai, umurku 28 tahun dan wanita bernama Ratih itu 29 tahun, sementara istriku baru berusia 24 tahun. Di usia 28 tahun ini aku sudah punya seorang anak laki-laki yg berusia 3 tahun. Untuk ukuran masa kini, mungkin aku dan Indri termasuk pasangan yg cepat menikah, yakni ketika usiaku baru 24 tahun dan usia Indri baru 20 tahun. Tapi meski usiaku masih muda, nasibku tergolong bagus. Karena aku sudah menduduki jabatan sebagai manager marketing di perusahaan besar, yg kebetulan milik pamanku sendiri.

Ayah Indri kunilai pandai juga mencari pengganti istrinya yg sudah tiada. Istrinya yg bernama Ratih itu jauh lebih muda darinya. Pada saat kisah nyata ini dimulai, usia ayah mertuaku sudah 50 tahun. 21 tahun lebih tua daripada istrinya. Bukan cuma jauh lebih muda daripada suaminya, ibu tiri istriku itu sangat menarik, meski kulitnya tdk seputih kulit istriku. Ya, ibu mertuaku itu tergolong wanita yg hitam manis, bertubuh indah laksana biola stardivarius.

Tapi sampai saat kisah nyata ini dimulai, dia belum punya anak juga. Entah dia yg mandul atau suaminya yg tak mampu lagi membuahinya. Entahlah. Yg jelas, istriku pernah bilang padaku, bahwa ibu tirinya itu baik sekali. Jauh berbeda dengan cerita-cerita tentang ibu tiri yg kejam. Setelah menikah, aku memboyong istriku ke Jakarta, agak jauh dari kampung halaman istriku yg terletak di sebuah kota kecil dekat perbatasan Jabar dan Jateng.

Kunjungi Forum Bokep, Forum Dewasa : Toket Kecil, Lendir Abg

Tapi aku dan istriku sering menengok mertuaku di kampungnya, sering pula kedua mertuaku datang ke Jakarta dan menginap beberapa hari di rumahku. Istriku cantik dan berkulit putih kekuning-kuningan. Bersih dan anggun, bertubuh tinggi semampai. Sementara ibutirinya hitam manis dan agak montok. Bentuk mereka jauh berbeda, karena memang bukan ibu dan anak kandung. Mata istriku juga agak sipit seperti wanita Tionghoa, sementara ibu tirinya bermata bundar. Suatu perbedaan yg menyolok juga. Dan kalau kubanding-bandingkan siapa yg lebih seksi, harus kuakui bahwa istriku kalah seksi.

Sumber