Cerita Seks Terpana Oleh Mama Tiri Aku yang masih SMP melihat keluargaku yang sekarang rasanya sedih tapi bagaimana lagi aku juga tidak bisa protes, dimana saat kejadian itu papaku nikah lagi dengan tante yang umurnya dibawahnya 3 tahun, namanya Tante Sitta, orangnya cantik setidaknya diumurku yang sekarang ini sudah bisa berfantasi dan merasakan ketegangan dalam celanaku.

Tubuhnya tinggi, putih, pantatnya berisi dan buah dadanya padat. Saat menikah dengan Papa, Tante Sitta juga seorang janda tapi nggak punya anak.Sejak kawin, Papa jadi semangat hidup berimbas ke kerjanya yang gila-gilaan. Sebagai pengusaha, Papa sering keluar kota. Tinggallah aku dan ibu tiriku dirumah.

Lama-lama aku jadi deket dengan Tante Sitta yang sejak bersama Papa aku panggil Mama Sitta. Aku jadi akrab dengan Mama Sitta karena kemana-mana Mama minta tolong aku temenin. Dirumahpun kalo Papa nggak ada aku yang nemenin nonton TV atau nonton film VCD. Aku senang sekali dimanja sama Mama baruku ini.

Setahun sudah Papa kawin dengan Mama Sitta tapi belom ada tanda -tanda kalo aku bakalan punya adik baru. Bahkan Papa semakin getol cari duit dan sering banget keluar kota. Aku dan Mama Sitta semakin akrab aja.

Sampai-sampai kami seperti tidak ada batasan sebagai anak tiri dan ibu tiri. Kami mulai sering tidur disatu tempat tidur bersama. Mama Sitta mulai nggak risih untuk mengganti pakaian didepanku walaupun tidak bener-bener telanjang.

Tapi terkadang aku suka menangkap basah Mama Sitta lagi berpolos ria mematut didepan kaca sehabis mandi. Beberapa kali kejadian aku jadi apal kalo setiap habis mandi Mama pasti masuk kamarnya dengan hanya melilitkan handuk dan sesampai dikamar handuk pasti ditanggalkan.

Beberapa kali kejadian aku membuka kamar Mama yang nggak dikunci aku kepergok Mama Sitta masih dalam keadaan tanpa sehelai benang sedang bengong didepan cermin. Lama-lama aku sengajain aja setiap selesai Mama mandi beberapa menit kemudian aku pasti pura-pura nggak sengaja buka pintu dan pemandangan indah terhampar dimata mudaku.

Sumber