Filippo Inzaghi menjalani start terbaik yang bisa dia dapat dalam debutnya di Serie A sebagai pelatih. Menang meyakinkan, Pippo merasakan emosi yang lebih meluap-luap ketimbang saat masih jadi pemain.

Inzagi ditunjuk sebagai pelatih Milan pada Juni lalu. Dia menggantikan Clarence Seedorf, yang datang ke San Siro di tengah musim menyusul pemecatan Masimilliano Allegri.

Penunjukkan Inzaghi sebagai pelatih Rossoneri memunculkan tanda tanya sekaligus optimisme di kalangan pendukung Milan. Pippo dianggap sukses membesut tim Primavera Milan sejak musim 2012/2013, namun dia dinilai belum cukup punya jam terbang untuk bisa jadi pelatih tim utama Diavolo Rosso.

Keraguan itu semakin besar setelah Milan menelan serangkaian hasil buruk pada ujicoba pramusim. Milan tunduk saat berhadapan dengan tim besar Eropa seperti Olympakos, Manchester City, Liverpool dan juga Valencia. Sementara kemenangan yang diraih datang dari tim-tim kecil.

Mungkin menjadi satu-satunya hal positif di rangkaian ujicoba musim panas lalu adalah keberhasilan memenangi Trofeo TIM setelah mengalahkan Juventus dan Sassuolo.

Namun Inzaghi berhasil membuktikan kalau penunjukkannya bukan hal yang salah. Meski baru pekan pertama, setidaknya dia berhasil memberi kemenangan saat menghadapi tim kuat Lazio. Gol-gol dari Keizuke Honda, Sulley Muntari dan Jeremy Menez membuat Milan unggul 3-1.

"Pertandingan pertama saya sebagai pelatih memicu emosi yang indah. Lebih dibanding saat menjadi pemain," sahut Inzaghi usai pertandingan.

Sama seperti saat masih jadi pemain, Inzaghi punya emosi yang meluap saat merayakan gol. Malam tadi dia sampai masuk ke lapangan saat merayakan salah satu gol timnya.

"Menjadi pelatih membuat Anda menunjukkan siapa diri Anda, tapi itu juga memunculkan kegembiraan yang luar biasa. Itu hal yang memuaskan saat melihat pemain memberikan semua yang mereka miliki untuk tim. Perayaan (gol) adalah hal yang membuat sepakbola indah," lanjutnya di situs resmi Milan.