Cerita Dewasa Gadis Kecilku – Nama ku Anton Aku AKan bercerita tentang pertama kali aku bersetubuh Cerita Ini Terjadi Tahun 2009 dan berawal ketika Sekolah kami Ikut Sebuah Perlombaan LKTI.

Pertama melihatnya, hatiku seperti hilang setengah. Energiku down sampai 20 persen hingga aku harus bertumpu di kursi. Tatapanku menghujam tepat di matanya yg menatapku. Lalu tatapanku berpendar ke seluruh permukaan wajahnya. Tak terkata betapa memikatnya Tuhan menciptakan gadis kecil ini. Ibarat hasil maha karya sempurna yg tak ternilai. Mungkin yg dapat kugambarkan hanya warna pipinya yg putih dengan semburat rona ungu dan bibirnya yg merah bak jambu air yg menantang untuk digigit.

Aku dibebani tugas menjadi ketua panitia penyambutan siswa baru. Padahal aku baru juga naik ke kelas dua. Seandainya dapat memilih, aku memilih tdk ingin jadi panitia apapun.Aku lebih suka memanfaatkan waktu luang untuk mengurus kebun Jeruk peninggalan ayah yg tdk seberapa. Lumayan untuk tabungan dan keseharianku dengan Mama.

Tapi tugas adalah tanggung jawab, apalagi ini dengan Suruhan Kepala Sekolah. Repotlah aku mengurusi ratusan anak-anak yg baru melepas Menyelesaikan SLTP. Dan saat itulah dia datang!Melihatnya, aku seperti melihat sesuatu yg seperti ‘milikku’. Seandainya dia sebuah mainan, maka aku sangat ingin memilikinya. Andai dia permen, maka aku ingin mengemutnya. Atau misalnya dia boneka, maka aku ingin memeluknya. Atau mungkin dia aroma udara, maka aku ingin menghirupnya dalam-dalam hingga dia tinggal sepenuhnya dalam diriku.

Tapi keinginan itu tinggal keinginan. Dia seperti bulan yg mustahil kuraih. Teman-teman mengakui aku menarik. Tapi semua itu hampir tdk ada artinya dibanding dia. Dia cantik lahir bathin, kaya dan putri tunggal Seorang Pengusaha kaya raya, serta cerdas. Kecerdasannya dapat dilihat saat setahun kemudian kami sama-sama masuk final Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional wilayah timur.Masuk final berarti kami akan melakukan perjalanan dan harus menginap sedikitnya dua malam untuk masing-masing dua kali persentase.

Di hotel, kami mengambil dua kamar. Satu untukku dan Pak amin, satunya lagi untuk ibu ana dan dia. Lucunya, ternyata dua official kami, Pak amin dan Bu ana sementara dalam proses ‘saling mendekat’.Melewati dua hari yg melelahkan, kami memutuskan menambah waktu dua hari untuk menunggu pengumuman hasil. Mungkin juga menjaga jangan sampai ada pemberitahuan berikut.

Tapi menambah waktu berarti ada waktu jalan-jalan. Lalu siang jam satu, official kami mengajak nonton . Tapi kurasa itu hanya basa-basi. Aku menolak dan lebih memilih jalan dengan eka (nama gadis itu) lihat-lihat buku di sebuah perpustakaan. eka sepakat, tapi setelah mereka berangkat,tanpa aku izin eka malah masuk ke kamarku.

Sumber