Cerita Ngentot Nikmatnya Istri dan Legitnya Iparku – Panggil saja namaku Hari, aku berumur 27 tahun, aku adalah seorang direktur perusahaan swasta di Kendari. Aku baru saja menikahi wanita cantik berjilbab, namanya Alif. Alif mempuanyai seorang adik perempuan yang bernama Ranti.

Mereka adalah kakak beradik yang cantik dan manis, keduanya bertubuh mulus dan berbadan tinggi semampai, itulah salah satu motivasi aku menikahi Alif, karena tubuhnya yang indah. Namun akupun sangat tertarik kepada adiknya, Ranti. Ia tidak berjilbab dan slalu mengenakan baju sexi dan mini, tak kala aku sedang menonton TV bersamanya di ruang keluarga aku slalu berusaha mencuri-curi pandang ke arah tubuhnya yang terlihat mulus. Namun hasrat itu hanya bisa ku pendam saja.

Kala itu, aku sedang bekerja di ruangan kerjaku di perusahaanku, kebetulan perusahaanku sedang mengalami sedikit guncangan akibat dampak makin banyaknya perusahaan saingan di kotaku itu. Pada saat jam pulang kerja, tepatnya pukul 17.00 aku terdiam diri sendian di ruanganku karena memikirkan masalah itu.

Kurang lebih 30 menit aku melamun, dan tiba-tiba terbayang sosok Ranti fikiranku, aku membayangkan dirinya sedang bugil, pikiran kotorku semakin merajalela dan kontolkupun mengeras seketika. Ketika sedang asik menghayalkan tubuh indah Ranti terdengar suara ketukan pintu

“tok tok tok” aku kaget dan tersadar, ketika membalikan badan ternyata Alif istriku datang untuk menjemputku, karena rencananya pulang kerja kami mau pergi makan malam bersama Alif dan adiknya juga.
“eh… sayang…. udah siap ni, cepet amat datengnya!!” tegurku,
“ah… iyah yang… aku sengaja datang lebih cepat karena takut jalanan macet, sekarangkan malem minggu” jawab Alif.
“Mana Ranti yang??? Katanya dia mau ikut dengan kita makan malam dan nonton??”
“oh… iyah nanti dia nyusul katanya, soalnya dia mau ngembaliin buku ke temennnya dulu, gak lama lagi nanti dia datang ko” jawab Alif sambil duduk di pangkuanku, dan diapun menyadari k0ntolku sedang keras,
“eh… sayang,… lagi pengen yah???? Itunya bangun tuh…” ledeknya.
“Iya ni yang… aku lagi pengen, kita ML dulu yuk… karyawan udah pada pulang ko, Cuma ada satpam, dia juga jam segini lagi pulang dulu, dia baru bakalan jaga lagi nanti jam 9 malem” ajakku kepada Alif.
“ah… jangan disini ah.. nanti kalo Ranti dateng gimana??!!” jawab Alif.
“ahh…. pasti Ranti telpon dulu kalo dia mau nyampe sini, dia kan penakut, ga mungkin masuk ke kantor sendirian, apa lagi kalo sore kantor ini sepi”. Akhirnya istriku mau menerima tawaranku tadi,
“Iya deh sayang…. tapi aku ga lepas jilbab yah… soalnya ribet pasangnya lagi… kan kita mau jalan abis ini hehehh…” “iya deh… pakek jilbab lebih asyik kok…” akhirnya kamipun saling berpelukan sambil berciuman,

aku lumat bibir kecil istriku, sambil tanganku meraba-raba payudaranya yang tak begitu besar, perlahan tanganku melepaskan roknya namun bibirku masih tetap melumat bibirnya, semakin bernafsu aku lepas pula atasan baju istriku, dan ku remas-remas dengan keras payudara Alif yang masih terbingkus Bra, lalu aku lepaskan Branya dan aku lumat puting merah muda di puncak gunung kembarnya Alif, terdengar suara erangan Alif yang mendesah kenikmatan…

Sumber