Cerita Ngentot Permainan Hot Teman Kekasihku – Monic duduk pada kursi meja makan. Biarpun merasa sedikit kelelahan, tapi dia merasa lega karena seluruh rumah telah tertata rapi. Butuh sepanjang siang tapi sekarang semuanya sudah hampir selesai. Hanya tinggal meja kaca yg tersisa untuk dibersihkan sekarang dan dia bisa berendam di air hangat selama yg dia suka. Dia membaygkan Heri, kekasihnya selama 3 tahun, akan segera pulang tapi itu masih terlalu lama untuknya.

Pagi tadi dia bangun dengan birahi yg membumbung tinggi hingga mungkin dia bisa saja meniduri pejantan pertama yg dekat sekitarnya. Sebenarnya hampir dia gunakan vibrator kesukaannya yg tersimpan di dalam laci dresser yg paling bawah, tapi dia lebih suka cita rasa kekenyalan batang k0ntol yg sebenarnya dibandingkan kerasnya plastik. Tak ada letup kesenangan dengan vibrator, dia hanya akan menggunakannya saja.

Tak sama saat Heri dan dia berhubungan sex. Di manapun dan kapan saja, dia suka dengan sensasi hampir terpergok, selalu bisa dia dapatkan orgasme besar saat ada resiko. Melihat pada jam di dinding, dia baru sadar kalau sudah menghabiskan sepanjang hari, masih 2 jam lagi baru Heri pulang. Lalu dia berdiri dan memakai penggilap untuk membersihkan meja hingga bersih berkilat.

“Ini bisa sedikit meredakan tegangku.” dia tersenyum pada dirinya sendiri sambil melangkah menuju ke kamar mandi untuk berendam.

Lebih dari 1 jam berikutnya, Monic sedang memilah pakaian, coba menentukan pilihan mana yg akan dia pakai.

“Hmmm” gumamnya,
“Bagaimana kalau kamu!” ucapnya, menatap sebuah summer dress berwarna hitam.

Dia melangkah ke depan cermin dan memegangi piihannya tersebut di depan tubuhnya, dipertimbangkan sebentar sebelum akhirnya melemparkannya ke atas ranjang. Warna hitam terlalu mewah untuk hari ini. Sekilas terlintas untuk sepasang jeans pendek dan kaos tapi dia kesampingkan ide tersebut, makan waktu lama untuk melepas jeans nantinya. Tiba-tiba sebuah ide datang dan dia langsung memilah pakaiannya lagi, dia temukan yg dicarinya, mengambilnya dan langsung dia kenakan. Berdiri di depan cermin berukuran besar, Monic tersenyum pada dirinya sendiri.

Di usianya yg ke 22 tahun dia tumbuh jadi seorang wanita yg memukau. Rambutnya dia biarkan panjang melebihi bahu, sepasang mata bulat besar, bibir penuh yg seakan memang diciptakan demi kenikmatan mengisap batang k0ntol, pinggang ramping yg membuat tubuh berlekuk menggoda. Buah dada membulat besar dan kencang, meskipun tubuhnya tak setinggi para model, namun sepasang kakinya terlihat begitu indah. Dia adalah sosok impian para pria. Selalu ada siulan menggoda kala dia melenggang di hadapan mereka dan Monic menyukai semua perhatian tersebut.

Sumber