Cerita Ngentot Sudah Saatnya disentuh – Cerita dibawah ini memang nyata adanya dimana aku bermain api dengan istrinya temanku dan sampai saat ini kisah ini masih aku jalani,istriku mempunayi teman yang bernama Lisna, dia adalah janda secara singkat Lisna orangnya cantik, seksi toketnya lumayan, dia sudah aku anggap seperti adekku sendiri. Dulunya dia sering tidur dirumah sebelum dia mempunyai pacar.

Boleh dikatakan rumah kami sudah diangapnya seperti rumahnya sendiri. Sampai-sampai kalau Lisna nginap dirumahku, kami selalu tidur bertiga dikamar dalam satu kasur.

Isteri ku Sediktipun tak pernah mLisnaruh rasa cemburu terhadap aku dengan Lisna. Sangking percayanya, jika pagi isteriku keluar rumah mencari sarapan, aku dan Lisna yang dalam keadaan tidur sering di tinggalkan berduaan saja.

Terus terang, dari kecantikan dan pLisnampilan Lisna yang seksi, ditambah lagi karena aku sering melihat Lisna yang tertidur diatas kasurku hanya menggunakan celana pendek dan kaos t-shirt tipis yang tersingkap, bahkan aku sering mendapat kesempatan melihat sealakangan nya yang terbbuka dari celah celana pendeknya yang tersingkap saat Lisna sedang tidur, trus di tambah lagi dengan sikap ema yang juga sering seakan memancingku.

Tentunya sebagai lelaki normal nafsu kelelakian ku jadi tidak terkontrol hingga memuncak. Demi dapat memuaskan hasrat setan ku yang pingin sekali merasakan bagaimana rasanya ML dengan Lisna. Waktu itu persisnya malam Senin, bulan agustus tahun 2010, tgl nya aku lupa.

Tepat sekitar pukul 22.15 Wib, terdengar pintu rumah kami seperti ada yang mengetok. Saat pintu kubuka dan kulihat ternyata yang datang Lisna bersama Edi pacar barunya. Ketika mereka ku suruh masuk, Lisna pun langsung menyakan isteriku.

“ Mana Bety bang” ujarnya mLisnanyakan isteriku “tuh dibelakang lagi goreng kerupuk” jawabku.

Melihat Lisna yang langsung saja berlalu meninggalkan Edi pacar nya,aku pun mempersilahkan Edi untuk duduk di kursi yang berada di ruangan tengah di mana aku sedang menonton tv.

Hingga akhirnya terlibat perbincangan ku dangan Edi. Tak terasa hampir satu jam kami berbincang, kulihat sambil berkata Edi seperti sedang melihat jam yang ada di tangan kirinya “Wahh ternyata udah larut malam” ketus Edi.

“ Emangnya udah jam berpa Di?” tanyaku balik. Ternyata tak terasa jam sudah menunjukan hampir pulkul 12.00 malam. Setelah tau udah tengah malam, Edi pun bergegas bangun dari tempat duduknya.

“Nanti ajalah pulangnya Di” kataku, “ G Lisnak bang, ini udah malam saya harus pamt” ujar Edi sembari langsung melangkah mau keluar.

“ Na… ni Edi mau pulang” kataku membritahu Lisna, “ Iya bang… ini aku kedepan” ujar Lisna cepat-cepat sambil berlari kecil dari arah dapur keluar. Karena ku pikri Lisna juga pulang bersama Edi, akhirnya akupun keluar untuk mengunci pintu rumah.

Sumber