Cerita Panas Petualangan Birahi Hot – Petualanganku di dunia birahi sudah malang melintang. Dimana pun lokasi syur di Jakarta sudah pernah ku datangi. Ada satu tempat favoritku di daerah Jakarta Timur. Tempat itu memang untuk kelas bawah, tapi aku menemukan keunikan tersendiri di situ. Ceweknya banyak yg muda-muda dan masih polos seperti orang desa. Dandanannya pun masih seperti di kampungnya.

Aku akhirnya punya langganan, namanya Katem, tapi lalu kuganti namanya jadi Ami. Jadi aku panggil dia Ami. Dia akhirnya terbiasa. Suatu hari dia bercerita ingin pulang kampung. Aku menawarkan diri untuk mengantarnya sampai ke rumahnya. Dia dengan senangnya menyambut tawaranku. Kami akhirnya janjian untuk berangkat bersama.

Kami janjian ketemu di halte mikrolet di dekat pasar. Dari situ kami menuju Pulo Gadung untuk mengambil bus jurusan Cirebon.

Baru sekali itu aku naik bus dari Pulo Gadung dan bersama cewek. Sorry aku lupa menggambarkan bagaimana profil Mia. Umurnya sekitar 15 tahun, wajahnya manis, kulitnya agak gelap tingginya sekitar 155 cm. Rambut hitam lurus sebahu. Bicara kurang lancar berbahasa Indonesia, dia sekolah sampai kelas 4 SD.

Sekitar 4 jam akhirnya kami sampai di pemberhentian sebelum kota Indramayu.

Sebut saja KS, kami menyeberang jalan, dan di situ sudah ada puluhan ojek. Mia menyebut nama kampungnya dan kami menyewa 2 ojek dengan ongkos masing-masing 20 ribu. Rupanya tempatnya jauh juga masuk kedalam.

Di kampung-kampung Indramayu dan Karawang, cukup banyak ortu yg menganjurkan anaknya jadi pelacur. Jadi mereka sama sekali tdk keberatan ketika anaknya punya tamu. Bagi ortunya tamu itu adalah rejeki dan ini masuk area bisnis jadinya.

“anak nginep disini aja, pulang ke jakarta besoklah, ngapain buru-buru pulang,” kata bapaknya.

Jadi sebelum gue memohon sudah ditawari so ya why not kan. Lantas gue keluarin Rp 100k kasi langsung sama emaknya.

” Mak ini buat beli makanan, nanti malam saya makan disini.”

Wah itu emak langsung buru-buru pergi, pulangnya nenteng ayam hidup, lalu bapaknya suruh motong tuh ayam. Malamnya hidangannya adalah ayam goreng, sambel dan lauk berkuahnya 2 bungkus indomi direbus dengan banyak air. Yg makan berenam. Adik si cewek ada 2 soalnya. Gue gak bisa makan banyak, tapi dipaksa juga. Gue kurang selera, karena ayamnya masih keras dan masih bau amisnya ayam. Gue telen-telenin aja, abis kepaksa. Mau makan indomienya. Biasanya dua bungkus gue makan sendiri, ini dua bungkus dimakan berenam. Wah gue jadi gak enak body.

Abis makan gue keluarin 50 k kasi ke bapaknya untuk beli rokok dan 50k lagi gue kasi ke dia juga dengan pesen untuk keamanan.

Wekkk rumah tuh bapak akhirnya dijagain 2 hansip kampung semalaman. Buset deh, jadi raja minyak gue di kampung ini. Abis makan bukan terus tiarap, ngobrol dulu ama bokapnya ke utara-selatan. Yah bisa-bisa gue menerka minat obrolan dia. Begitu gue tau dia tertarik ama pertanian. Gue keluarin jurus-jurus dewa mabok gue untuk mengimbangi percakapannya. Bukan mau sombong sih diajak ngomong soal apa aja dari mulai menanam padi sampai nuklir korea utara gue bisa njabani. Kalo soal olah raga gue nyerah deh, gak hobi. Namanya ilmu dewa mabuk, si bapak jadi kalah ilmu ama gue, wakakakak.

Sumber