Cerita Sex Dapat Kenalan Bispak – Aku diajak oleh teman temanku untuk pergi ke sebuah tempat hiburan malam , teman temanku jalan dengan pasangannya masing masing sedangkan aku hanya seorang diri tapi tak apalah siapa tau entar kalau didalam dapat gandengan , setelah masuk sudah banyak orang bising karena bunyi suara music yang keras.

Kami duduk di sebuah meja di pojok ruangan dan memesan minuman. Karena aku tak kuat minuman alkohol, jadi kupesan coca-cola. Teman-temanku ramai-ramai turun dan berdansa, tinggallah aku sendiri di meja itu.

Di kegelapan ruangan disco itu, kulihat sesosok wanita tinggi semampai, cantik dan langsing. Beberapa kali aku melihatnya sambil berharap ada balasan pandangan darinya. Tanpa menunggu lebih lama agi, kuhampirinya dan kusapa.

“Hallo, apa kabar, sendirian aja ya?”

“Ya. Lagi liat-liat dan mau having fun” jelasnya sambil tersenyum.

“Kamu sama siapa kesini?” tanyanya.

“Sama teman-teman. Kenalkan aku..” sapaku sambil menyebut nama.

“Aku Mei Mei” katanya.

Kuajak dia duduk di mejaku lalu memesan minuman. Kulihat wajahnya yang putih bersih, kulit yang halus dan cantik. Dia seorang wanita keturunan Tionghoa. Dia memakai baju dan celana kulit hitam mengkilat dan ketat.

Kamipun lalu ngobrol-ngobrol dan ketawa-tawa seolah-olah kami sudah kenal lama. Impresi pertamaku mengatakan dia orang yang baik dan mudah akrab namun cukup agresif. Sesekali kami turun dan berdansa. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 malam dan Mei Mei berkata padaku.

“Aku mau pulang, sudah bosan. Aku mau melakukan sesuatu di rumah, tapi aku perlu teman untuk itu. Kamu mau ikut atau tetap disini saja?”.

Tanpa pikir panjang kujawab, “Aku ikut denganmu.”

Malam itu kami pun lalu mencari taksi dan dia mengatakan ke supir taksi.

“Pak, ke apartemant ABC di Peconongan”.

Taksipun lalu berjalan mengarah ke Peconongan. Di dalam taksi aku coba mendekati dan merayunya. Kupegang tangannya dan diapun tak menolakknya. Terasa kulit tangan yang halus. Merasa mendapat angin, aku melanjutkan rayuanku dengan mengecup pipinya.

Dia tak menolaknya dan malah mencium balik pipiku. Maunya aku taksi ini berputar-putar biar perjalanannya lebih lama sehingga aku bisa menikmati momen ini.

Tak lama kemudian taksipun sampai di aperteman itu. Kubayar taksi dan dia mengajakku untuk mampir di apartemannya. Kami lalu naik ke lantai 10. Dibukanya pintu utama dan kulihat ruangan apartemannya yang bersih dan rapi.

Sumber