[SIZE=5]Sesuai janji saya di tulisan terdahulu tentang Sex After Lunch (Bobo Bobo Siang), bahwa saya akan membahas halaman berikutnya tentang kisah-kisah SAL (BBS) yang saya alami dan saya amati selama saya bergelut dengan dunia kerja. Kali ini ijinkan saya membahas SAL yang pernah dilakukan oleh sekretaris kantor teman saya, sebut saja namanya Dina.

Dina adalah sosok wanita manis-manis jambu. Kalo dirasakan sekali tidak manis, tapi kalo dirasakan berkali-kali, baru terasa manisnya, itulah manis-manis jambu.

Dina berumur 27 tahun, sudah menikah dan punya anak 1. Suaminya bekerja sebagai PNS di pemda DKI, Dina sendiri menjadi sekretaris teman saya, Doni, seorang direktur utama di sebuah Multi National Company (MNC).

Suatu hari Dina diajak Doni ikut makan siang di Poke Sushi hotel Crowne Jakarta dengan 3 klien dari Jepang yang datang rombongan, yaitu Mr Takada, Mr Takasimura dan Mr Takusuka.

Dina sempat menolak ajakan bossnya tersebut karena ia tak suka sushi "pak boss, bukannya saya tak sopan, tapi saya tak suka sushi." Dasar Doni boss yang tegas, ia tak menghiraukan penolakan Dina. Doni berkata "tentu saja, emangnya kamu lesbi, suka dengan sushi. Tenang saja, kamu tak makan tak apa-apa, cukup pesan minuman saja, mengangguk jika aku atau teman jepangku bicara, dan tertawa jika aku dan teman Jepangku tertawa." Tanpa punya pilihan lain, Dina menjawab "siap Boss."

Singkat kata singkat cerita, pergi makan siang (lunch) lah mereka. Rupanya Doni sudah memesan ruang VIP yang tertutup, full AC dan dilengkapi fasilitas karaoke. Tampak sekali Doni ingin mengentertain partner bisnisnya dari Jepang. Rupanya Doni ingin meniru diriku, yang sering menjamu partner bisnisku dari Singapore dan Hongkong.

Selama makan siang, ke-3 orang Jepang tersebut sering curi-curi pandang ke arah Dina. Dalam hati mereka mengagumi kecantikan Dina yang khas Indonesia, dengan kulit kuning langsat, paras wajahnya yang cantik dan ayu, rambut hitam panjang, mata besar, bulu mata lentik, Alis tebal, hidung mancung, bibir sensual dengan lipstik yang tipis dan tutur kata yang halus dan sopan (kalo istriku tercinta baca ini, boleh GR koq, karena ciri-ciri ini memang merujuk ke dirinya).

Sesekali Ketiga orang Jepang ini berbicara sesama mereka dalam bahasa Jepang yang tidak dimengerti oleh Doni maupun Dina. Tapi beberapa kali Dina mendengar mereka mengatakan "kirei". Dina agak risih juga mendengar mereka menyebut-nyebut dirinya "kirei", sebab namanya Dina bukan Kirei.

Makan siang dengan klien dari Jepang tersebut terhitung menyenangkan, karena ternyata orang Jepang ramah-ramah, berbicara saja sampai nunduk-nunduk, lebih dari orang Jawa yang memang terkenal ramah, namun tak sampai menunduk-nunduk jika berbicara.

Doni yang duduk sebelahan makan siang dengan Dina, dan melihat ketiga teman Jepangnya terkagum-kagum dengan Dina, jadi ikut-ikutan kagum dengan Dina. Ia heran mengapa selama ini ia tak menyadari kecantikan Dina yang penuh pesona tersebut. Selama ini ia hanya memberdayakan Dina dengan tugas-tugas rutin seorang sekretaris, tidak terpikirkan memberdayakan Dina dengan tugas-tugas khusus seperti yang sering diberikan boss kepada sekretarisnya di buku cerita stensilan.

Daripada penasaran, Donipun memberanikan diri mengutarakan maksud hatinya pada Dina "Din, aku ingin mengajakmu ke Ancol setelah makan siang ini. Kamu mau gak?" Tak disangka Dina merespon baik ajakan Doni "mau pak." Doni senang dengan jawaban Dina, ia berkata "ya sudah, kamu tunggu di lobby saja, aku ambil mobil, kita ke Ancol yah." Dina jawab pendek "iya Pak."

Tak berapa lama, kira-kira sepenghisapan rokok, Doni tiba di lobby hotel Crown untuk menjemput Dina. Doni kaget, ternyata Dina sudah bersama suaminya. Dina menghampiri Doni dan berkata "maaf Pak saya gak bilang dulu sebelumnya, tadinya saya dan suami mau ijin bapak gak balik ke kantor, kita mau merayakan ultah pernikahan, kita mau check in abis lunch ini ke Putri Duyung Ancol, tadi suami saya naik motor ke sini, tapi karena bapak mau ajak saya ke Ancol, saya pikir gak ada salahnya saya ajak suami saya sekalian naik mobil bareng-bareng bapak ke Ancol. Gak Papa yah Pak?" Doni terlihat lemas dan menjawab pelan "gpp Din, happy aniversary yah, mudah-mudahan langgeng sampai pernikahan perak, emas dan diamond." Dina senang bisa numpang mobil bossnya ke Ancol bersama suaminya untuk check in dan melakukan Sex after lunch a.k.a bobo bobo siang "makasih Pak. Bapak memang boss paling baik sedunia."[/SIZ

Berikut foto yang sempat diabadikan www.dewata88.com