Cerita Dewasa Kisah Riski dan Bu Ima – Riski kelas 3 SMA, umur 18 tahun termasuk anak yang pintar. Dalam kelas yang berjumlah hanya 25 orang itu ia masuk 10 besar. Jika kebanyakan siswa yang masuk jurusan Fisika dianggap lugu, kutu buku, tiap hari hanya berhitung, dan menghafal rumus, lain halnya dengan Riski. Ia memang hobby menulis, membaca, dan mengerjakn soal-soal Fisika dan Matematika, tetapi ia juga suka main musik, main bola, dan sekali-kali bolos. Riski tidak pernah takut mengerjakan sesuatu atau terlibat dalam urusan-urusan yang tidak pernah masuk dalam kamus anak Fisika atau anak eksakta lainnya.

Cerita Sex Terbaru | Dalam 1 bulan ia selalu menghiasi hari-harinya dengan bolos 1 hari dari sekolah. Tetapi ia tidak pernah membayangkan akan mengalami peristiwa yang akan susah dilupakannya seumur hidup.

Pada hari jumat. Siswa-siswa di salah satu SMA Negeri di Bekasi memakai seragam pramuka. Seusai jam sekolah, biasanya siswa-siswa yang ambil bagian dalam kegiatan pramuka akan pulang belakangan. Sekitar jam 16:00. Sebelum kegiatan pramuka dimulai siswa-siswa akan saling bercengkrama, ngumpul, ngrumpi, atau bermain bola. Riski juga ikut kegiatan pramuka. Ia berkumpul dengan teman-temannya bercerita yang lucu-lucu, jorok-jorok, dan lain-lain. Riski selalu membaur. Tidak melulu berteman dengan anak-anak eksakta. Ia juga memilki banyak teman dari ilmu-ilmu sosial, (jaman tahun 80-90-an dulu disebut anak SOS).

Pada saat berkumpul dengan anak sos inilah awal mula kejadiannya. Teman-temannya anak-anak sos bersepakat bahwa nanti setelah kegaitan pramuka mereka akan mencegat anak-anak STM, yang juga berlokasi di Bekasi, yang biasa lewat di jalan dekat sekolah mereka. SMA Negeri di mana Riski bersekolah terletak di salah satu lokasi dekat dengan perumahan di Bekasi. Juga berbatasan langsung dengan sejenis persawahan atau kebun dan rumah-rumah penduduk lainnya. Sekolah mereka dikelilingi tembok setinggi 2,5 meter, kecuali di bagian depan sekolah yang hanya dipagari setingi 1 meter.

Singkat cerita, ketika kegiatan pramuka usai anak-anak sos telah berkumpul di sebuah kedai di pinngir jalan dekat sekolah mereka sambil merokok. Mereka menunggu anak-anak STM tertentu yang biasa lewat di situ. Riski juga ikut nimbrung untuk melihat apa yang bakal terjadi… Ketika Riski duduk sambil membaca buku pelajarannya sekonyong-konyong ia mendengar teriakan-teriakan dan bentakan-berantakan. Ketika ia menoleh ternyata telah terjadi keributan (tawuran) antara anak-anak sos sekolah mereka dengan anakanak STM. Riski berdiri tegang menyaksikan batu dan kayu beterbangan. Ia melihat ada anak STM yang terjatuh dan dikeroyok oleh empat orang.

Sumber