Cerita Sex Penisku Lelah dibuatnya - Baru ini aku melihat kampung yang asyk dan unik awalnya aku diajak temanku yang bekerja sebagai pensurvey tempat tempat desa, dimana saat itu ada acara panen sehingga semua rakyatnya bersama sama merayakan keberhasilan panen, dengar dengar dalam acara ini banyak menteri yang mau datang kesini.

Aku berdua dengan temanku sebut saja namanya Apri meluncur dengan kendaraan dinasnya ke arah Kabupaten Subang. Jam 9 pagi kami sudah berada di kantor Kabupaten Subang untuk melakukan koordinasi dengan pejabat setempat sekaligus membawa penunjuk jalan untuk menuju lokasi. Kami sempat rapat sebentar dengan Bupati dan segenap Muspida untuk persiapan acara ini.

Akhirnya dipersingkat saja ceritanya aku dan Apri serta staf Dinas Pertanian Subang sampai di lokasi. Perkampungan yang agak jauh dari jalan raya. Tadi kuingat, dari Subang mengarah ke Pamanukan lalu membelok ke arah Timur.

Dari jalan raya kami melalui jalan perkebunan tebu hampir satu jam baru sampai ke lokasi. Tempat yang kami datangi memang menghampar tanaman kedelai. Tempat acara sudah dipilih oleh pejabat setempat, suatu petak sawah yang kedelainya siap dipanen.

Selesai meninjau lokasi kami melakukan rapat berlarut-larut di kantor kelurahan yang baru tuntas sekitar pukul 5 sore. “Pak menginap di sini saja pak, dari pada harus kembali ke Subang,” kata Lurah. Dia lalu memperkenalkan kepada kami kepada seorang wanita dengan umur kitaran 30 tahun yang memperkenalkan diri bernama Aminah. Dia adalah Sekretaris penggerak PKK desa setempat.

Mbak Aminah kemudian ikut mobil kami untuk menunjukkan dimana kami akan menginap. Aminah membawa kami ke kampung . Mobil berhenti di sebuah bangunan yang bagian depannya terdapat warung kopi.

“ Pak mari turun, ini rumah saya,” katanya. Aku dan Apri diajak masuk ke dalam rumahnya. Lumayan lega juga di dalam.
“Bapak nginap di sini saja, ini ada 3 kamar kosong, tapi ya keadaannya sederhana, maklum di desa,” kata Aminah. Kami lalu diajak meninjau kamar, seperti kami meninjau kamar hotel. Untuk ukuran desa kamar yang dimiliki Aminah cukup lumayan dan bersih.

Aku kagum, karena tempat tidurnya semua adalah spring bed. Aku jadi bertanya-tanya siapa Aminah, apa kerjanya dan mana suami dan anak-anaknya. Kami setuju dan Aminah mengarahkan agar kami bertiga mengambil kamar sendiri-sendiri.

Kunjungi Forum Bokep, Forum Dewasa : Lendir Abg , Toket Kecil

“Santai saja pak, di sini tidak perlu buru-buru kayak di Jakarta,” kata Aminah. Rumah Aminah cukup besar dan sejak aku datang sampai selesai mandi dan ngopi aku belum menemukan suaminya atau anak-anaknya.
“ Kamu tinggal sama siapa mbak, “ tanyaku penuh penasaran. “Sendiri saja pak, paling ya ditemeni sama yang kerja di warung itu. Saya sudah tidak punya suami lagi pak, sudah jomblo,” katanya genit.
Aku menanyakan kenapa rumahnya punya banyak kamar, seperti hotel. “ O itu biasalah pak, sering ada yang nginap, kadang-kadang dari Jakarta juga, mereka kan mau rileks di sini,” kata Aminah sambil senyum genit.

Sumber