Cerita Seks Si Janda Tante Mirna – Udara yang segar di pagi hari tanggal merah dan artinya aku sedang libur, aku nikmati pagi ini dengan membuat teh , dan melihat tante Mirna sedang memperhatikan bungannya di taman , Nampak dari kejauhan wajah yang angkuh tetapi dia sangat cantik jika dilihat secara seksama, setelah duduk aku lebih asyk meluhat gerak gerik tante Mirna ketimbang menyeduh tehku.

Dengan gaya ala petani bunga Cibodas, tante Mirna nampak srius mmperhatikan tanaman itu.

” Pagi tan ” sapaku.

” Hmm… ” balasnya tanpa brpaling dari rumpunan bunga.

” Mau aku buatin minum nda tan!? ” tanyaku lagi stengah mnawarkan jasa.

” Nda usah!! ” jawabnya juga seraya mmblakangiku. Aku tak mlihat tante Rita, Hendri ataupun Nita pagi ini.

” Ach, pada lari pagi kali? ” fikirku dalam hati.

Aku kmbali mmperhatikan tante Mirna yg mmblakangiku. Mulai dari betisnya yg putih mulus mskipun nampak kurus, pahanya yg lebih mulus dari betisnya, bokongnya meskipun trbalut clana pendek, namun trlihat jelas lekukannya.

” Coba dia bisa aku tiduri sperti tante Rita ya? ” gumanku dalam hati. Belum habis lamunanku,tiba tiba kulihat tubuh tante Mirna trhuyung lemah ingin trsungkur.

Dengan cepat aku mloncat dan mmegangi tubuhnya yg nyaris trsungkur itu, mninggalkan sisa lamunan cabulku.

Kurangkul tubuhnya yg mulus dan trlihat lemas sekali. “Ga papa kan tan??” tanyaku penuh rasa khawatir, sraya mmapah tubuh tante Mirna.

“Kpalaku trasa pusing Fad” jawab tante Mirna lemah. “Ya udah, istirahat aja didalam” saranku sambil terus memapahnya ke dalam rumah. “Akhirnya aku bisa mrangkulmu Vone” ucapku dalam hati. Ada sjuta kebahagian dihatiku karna mampu mrangkul tubuh si angkuh trsebut.

Stelah brada didalam rumah, dengan perlahan kududukan tante Mirna disofa ruang tamu. Dengan mnarik nafas tante Mirna duduk dan brsandar pada sandaran sofa. Stelah itu aku melangkah mninggalkannya sendiri.

Tak brapa lama aku kembali dngn sgelas air hangat dan mnghampiri tante Mirna yg tengah brsandar disandaran sofa. “Minum dulu tan, biar enakan!” ujarku sambil mnyerahkan gelas brisi air hangat yg kubawa. Tante Mirna pun mminum air hngt yg kuberikan. “Makasih ya Fad” ucapnya lemah sambil mletakan gelas dimeja yg ada didepannya.

Sumber