Cerita Sex Hanif Toket Besar Hanif yang dikenal dengan cewek yang mempunyai buah dada yang besar dan bisanya dia sering mengumbar belahan dadanya di mata umum, dan tentunya siapa yang gak ingin menikmati tubuh indah Hanif ini, aku tentunya pasti mau jika ada kesempatannya, jika melihat dia pasti aku menelan ludah, suatu hari aku berkesempatan untuk mendatangi acara dalam peluncuran film terbarunya.

Sangat sulit aku mendapatkan kesempatan, namun dengan berbekal relasinya yang aku kenal, aku bisa menemui Hanif dengan leluasa di rumahnya. Kebetulan Hanif hendak membuat web pribadinya, sehingga aku diminta datang untuk wawancara apa saja nama domain dan isinya.

Sudah 2 kali aku meeting dengannya di tempat umum dan yang ketiga kalinya aku diundang ke rumahnya dan yang ketiga kalinya aku berhasil menggumulinya di ranjangnya.

Singkat cerita ketika aku siang itu mengadakan meeting di rumahnya dan hanya dihadiri kami berdua, tanpa suami Hanif sama sekali.

Apa saja hendak diisi .. tanyaku sambil menghembuskan rokokku yang hanya separo isinya

Apa sajalah .. profile pribadi

Yang bagian dalam dalam ? tanyaku nakal sampai tertawa

Ya janganlah mosok kayak gitu diobral Ujar Hanif dengan tersenyum sambil membusungkan dadanya seolah ada yang gatal di punggungnya

Aku menahan nafas

Alamak besar sekali .. ingin aku merasakan kekenyalan buah dadanya batinku berteriak

Ya setidaknya orang khan banyak nanya berapa ukuran BH Mbak Hanif ujarku sambil cengengesan

Bukan marah yang kudapat, namun aku justru dilempari bungkus rokokku

Sialan lo Han

Seperti biasa .. saya biasa nangani web orang lain, ya kudu tahu sedikitlah profilenya, baik yang luaran maupun dalemannya

Hah .. Hanif terkejut

Khan cuma sedikit Mbak Hanif .. kalo seluruhnya ya mana mau ujarku sambil menetralkan dirinya dan kembali tertawa, menyunggingkan senyum nakalnya, matanya menatapku seolah ingin menelanku.

Hari itu Hanif menggunakan pakaian yang sangat mengundang birahiku, belahan dadanya terbuka lebar, sedang roknya hanya pendek sekali sehingga kemulusan pahanya membuat aku suka kebablasan bicara, namun hal itu malah disukai Hanif.

Maklum sebagai seorang janda, kebutuhan seksnya harus disalurkan atau menjadi beban dirinya. Sekalipun mempunyai kekasih dari Jerman, namun tidak semuanya bisa terlampiaskan. Bahkan lama lama Hanif memancingku agar lebih berani mendekatinya, ketika kami semakin akrab untuk rembugan masalah webnya.

Lantas untuk jatah seksnya gimana Mbak Hanif ?tanyaku tanpa melihatnya dengan menulis di agendaku
Ih .. nanya kok gitu sih Hanif terkejut kembali

Sumber