Cerita Sex Pejantan Tanggung Untuk Liana Ayahnya lelaki desa kebanyakan yang tumbuh menjadi pria keras karena sulitnya kehidupan. Itu membangun watak lugu sekaligus otoriternya dalam mendidik semua anak-anaknya. Khususnya Liana yang manis dan sebenarnya menyimpan daya tarik seksual tersembunyi. Faktor inilah yang membuat Liana secara tidak sengaja, jatuh di tangan seorang lelaki tua namun kaya yang punya Perkebunan Kelapa Sawit cukup luas di desa Aru Malili , tempat keluarga Parto, ayah Liana bekerja.

Budiarta, atau biasa dipanggil Tuan Budi, secara tak sengaja suatu hari melihat Liana mengantar makanan kepada Ayahnya yang sedang bekerja pada pembangunan koridor pengangkutan tandan kelapa sawit miliknya. Cukup sekali itu, entah oleh magnit apa, Budiarta yang sudah berusia 61 tahun langsung kemudian tak bisa lagi melupakan gadis pendiam bertubuh indah dan padat itu.

Melalui kebayanya yang sederhana, pengusaha perkebunan yang sukses dan sudah menduda lebih 15 tahun sejak bercerai dengan istri ketiganya ini, bisa membayangkan bagaimana lekuk tubuh Liana. Bagaimana bentuk buah dadanya yang montok dan agak besar, pinggulnya yang penuh berisi, sampai bagaimana gelinjang dan geliat gadis itu, jika dirangsang dalam ketelanjangannya. Budiarta mencoba menghapus dan membuang semua pikiran liar itu, karena sadar kondisi dirinya. Namun semakin dibuang, kian meradang keinginan untuk menguasai gadis desa itu.

Sumber