Hadiah Terindah Dari Suamiku



redwinbet.com- Kuhembuskan nafas panjang. Sudah lama aku tidak datang ke tempat ini. Kusapu pandangan ke sekeliling. Masih sama seperti terakhir kali. Terakhir kali kesini, aku sempat menginap. Teringat bagaimana malam itu begitu panas, begitu bernafsu. Aku selalu tersenyum sendiri setiap kali mengingatnya. Akhirnya kuketuk pintu bernomor 11 itu. Pintu terbuka. Kulihat sosok yang kukenal. Dia adalah Rio.
“Hei Kak..” Dia tersenyum. Aku membalasnya.
“Hei..” Dipersilakannya aku masuk.
Redwinbet.com, Didalam kembali kusapu pandanganku. Masih rapi seperti terakhir kuingat, kecuali ranjang. Sprei penutup ranjang terlihat sedikit lecek. Dapat dimaklumi, karena kutahu pacar Rio ada disini. Pastilah mereka sempat bermesr Rio tadi. Aku kesini memang ingin bertemu dengan Dewi. Itu adalah nama pacar Rio.
“Dewi nya lagi mandi tuh Kak, ditunggu aja sebentar.” Kuanggukkan kepala.
Redwinbet.com, Memang terdengar suara gemercik air. Kulihat Rio memakai lagi kaosnya. Tadi saat menyambutku, dia hanya bercelana pendek.
“Duduk aja Kak, bersih kok. Kita tadi nggak ML, cuma tidur-tiduran doang sambil nonton TV.” Rio nyengir.
Kubalas dengan tawa kecil. Sepertinya Rio bisa membaca pikiranku. Kulihat tidak ada kursi. Semula aku ragu untuk duduk diranjang. Dia tahu kalau aku suka kebersihan. Kami cukup tahu kebias Rio satu sama lain, meski jarang bertemu. Rio sempat menawariku minum, namun kutolak. Dia pun lalu duduk disampingku.
“Gimana kuliah kamu?” tanyaku.
“Lumayan, semester ini IPK udah 3,5. Abis sekarang udah punya dosen private cantik.” Kali ini aku tertawa lebar.
Pasti akulah yang dimaksudnya dosen ‘private’ itu. Dia mengambil jurusan ekonomi, sama sepertiku saat kuliah dulu. Kini percakapan kami via sosial media sudah berkembang. Tidak hanya membahas soal-soal mesum, tapi juga akademis. Bahkan kuberikan dia kuliah singkat, saat terakhir ada dikamar ini. Kubantu dia menyusun paper ekonomi mikro. Itu semua kami lakukan sambil telanjang, tentunya.
Ditengah obrolan, Rio memegang tanganku. Dia bilang kalau dia kangen menyentuhku. Kami berciuman. Disentuhnya tubuhku dan kubiarkan saja. Saat menyentuh payudara, dia bergurau kalau terasa makin besar. Tertawaku dibuatnya. Kubilang ukurannya masih sama. Dia memang tidak berbohong kalau dia kangen. Beberapa kali Rio mengajak bertemu, tapi tidak kupenuhi. Aku tidak mau kalau kami jadi terlalu dekat. Syukurnya Rio masih bisa mengerti. Mengerti akan situasi hubungan kami.


baca cerita selanjutnya di
http://agenlendir77.blogspot.com/201...rtikel-by.html


Artikel by: Agen Judi Online : Redwinbet.com

Cerita Dewasa,Cerita Panas,Cerita Sex,Agen Judi Bola,Terpercaya,Terupdate