Cerita Seks Tetangga Idolaku Ngajak Ngesex – Disebelah rumahku,ada binor yang sangat cantik dan bahenol bernama,Rini. Mbak Rini ini sangatlah cantik dan seksi karena dl sebelum menikah merupakan idola para pria dikampung. Meski sudah menikah pun,bbrp pemuda desa masih juga menaruh simpati ( atw mgkn jg nafsu ) kepada Mbak Rini. Umur Mbak Rini terbilang cukup muda,baru 27 tahun dan belum dikaruniai momongan. Suaminya pun terlihat sangat jarang pulang kerumahnya,karena disibukkan tugas keluar kota.

Suami Mbak Rini pun terkadang pulang sekitar seminggu sekali,itupun hanya bbrp hari dirumah kemudian pergi lagi. Akupun sering bertemu dengan Mbak Rini saat lewat didepan rumahnya. (Kami cukup akrab karena dulu sewaktu kecil Mbak Rini sering bermain jgh denganku.) Dan akupun selalu berkhayal bisa menikmati tubuh Mbak Rini. Suatu hari,saat aku lewat didepan rumah Mbak Rini,aku dipanggil. Mbak Rini kala itu tengah duduk di teras rumahnya. Akupun menghampiri dan terlibat obrolan kecil.

“Mas,nanti malam saya minta tolong diantarkan ke persewaan DVD,bisa gak ?” tanya Mbak Rini.
“Bisa aja. Tapi kalau boleh tau suami mbak belum plg ? koq tumben sekali minta dianterin saya ?”,tanyaku.
“Belum pulang,mas.Katanya sih sekitar 4 hari lagi baru pulang. Aku mau minta tlg ke anak warnet depan,rada risih.Habisnya sering godain.”,jawab Mbak Rini.

Disela pembicaraan kami,aku melihat Mbak Rini hanya menggunakan daster tipis sedikit menerawang,yang membuatku mulai berpikiran sedikit mesum.

“Jadi gimana,mas ? bisanya jam berapa ?”,tanya Mbak Rini.
“Terserah mbak aja. Tapi kayaknya jam 7 bagus koq,gak terlalu malam,juga gak terlalu sore.”jawabku.
“Ya udah,nanti aku tunggu ya.”katanya sambil tersenyum.

Aku hanya mengangguk sembari membalas senyuman manis Mbak Rini.

Pukul 7 malam,aku langsung meluncur dengan motor kerumah Mbak Rini yang memang bersebelahan. Hanya berjarak 3 rumah dari rumahku. Mbak Rini pun telah menunggu,dan segera menghampiriku. Kamipun meluncur ke sebuah tempat persewaan kaset DVD. Sesampai disana,aku hanya menunggu diluar,dan Mbak Rini yang masuk kedalam utk menyewa bbrp kaset. (katanya ).

Selang beberapa menit kemudian,Mbak Rini pun keluar dan mengajakku membeli makan terlebih dahulu sebelum pulang. Saat kubonceng dengan motor,Mbak Rini merapatkan payudaranya ke punggungku,hingga membuat “dedek” menggeliat. Kamipun makan disebuah kafe kecil.Tak berapa lama,hujan turun dengan deras. Setelah kami selesai makan,hujan masih belum juga reda. Akhirnya kamipun menunggu dikafe tsb sambil mengobrol. Selang bbrp jam hujan tak juga reda. Memang tak sederas tadi,hanya tersisa gerimis kecil.

Akhirnya karena takut kemalaman,Mbak Rini pun memaksa pulang walau gerimis. ( maklum,kafe itu lumayan jauh dari rumah.) Akhirnya akupun menuruti kemauan Mbak Rini. Baru kami beranjak bbrp meter dari kafe,hujan turun kembali. Jas hujan jg tak kubawa…Sial….pikirku…! Namun Mbak Rini tetap memaksa pulang. Akhirnya kamipun pulang dengan berhujan2 ria. Mbak Rini selama perjalanan,merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Lumayan,biar ga dingin,pikirku…

Sumber