Cerita Seks Ika Yang Membara – Seorang pemuda kuliah bernama lengkap Ardian, panggil saja Ardi. Umur 21 tahun, tinggi 170 dan berat proporsional, Tinggal di sebuah rumah kosan berisi enam kamar, tiga kamar mandi, dapur dan memiliki ruang tengah serta garasi.

Salah satu penghuni rumah tersebut adalah Ika seorang pekerja pabrik di sekitar daerah sana. Ardi sedang berada di kosan seperti biasa, dia sedang menjalani hari tenang sebelum ujian akhir semester, selain diisi dengan belajar Ardi juga menonton televisi di tengah rumah dan tidur di kamar.

Penghuni lain kosan sedang pulang ke kampung halaman masing-masing, sehingga hanya tinggal Ika dan Ardi yang berada di rumah kosan itu.

Saat itu hari Sabtu tidak biasanya Ardi bangun pagi, Ardi keluar kamar menyeduh jus jeruk di dapur dan menuju sofa untuk menyalakan tv, dari arah kamar mandi satu, terdengar suara orang selesai mandi dan membuka pintu, ternyata Ika yang hendak berangkat bekerja baru saja selesai mandi,

“Mau gawe Ka?” tanya Ardi yang sebenarnya cukup kaget melihat Ika yang hanya memakai handuk melingkar untuk menutupi badannya dari dada sampai paha, dan handuk lainnya yang rambut.
“Iya Ar, disuruh masuk setengah hari. Kamu tumben udah bangun?” jawab Ika yang kemudian aneh melihat Ardi sudah bangun.
“Biasa Ka, tadi mantan aku nelpon, ngajak ketemuan.” seru Ardi dengan pelan.
“Cie, CLBK nih ye.” sindir Ika sambil menuju kamanya.

Ika yang seusia dengan Ardi, sudah memiliki pacar. Biasanya pacarnya mampir tiap Sabtu malam. Ardi sendiri secara status tidak punya pacar, dia baru putus setelah kisah cintanya hanya berlangsung kurang dari sebulan. Ardi jarang melihat Ika tampil seperti tadi, biasanya Ika memakai handuk yang menutupi semua bagian tubuhnya.

Untuk sesaat Ardi membayangkan kulit putih Ika yang tadi nampak dibagian kaki dan bagian atas dadanya. Ardi mengira tinggi Ika sekitar 165cm dan berat ideal untuk seorang gadis seusianya, dengan pengalaman Ardi menonton film biru, Ika memiliki ukuran payudara sekitar 32B. Sementara Ardi membayangkan Ika, dari kamar Ika keluar dengan wangi khas perempuan sudah siap bekerja.

Sumber