Cerita Ngentot Praktek Ngentot Saat Pelajaran Biologi di SMU – Namaku Ahmad. Saat ini aku duduk di Kelas 3 SMA yang sedang menunggu Ujian Nasional alias UAN. Aku akan menceritakan pengalaman pertamaku dalam bercinta. Kejadiannya sekitar bulan November tahun lalu.

Astrid adalah seorang gadis cantik di kelasku yang tentu saja seksi, tubuhnya ramping, dengan rambut hitam sebahu, berwajah manis dengan kulit kecoklatan, walaupun payudaranya tidak begitu besar, mungkin lebih kecil dari 34A. Namun tetap saja ia sering membuatku terangsang. Setiap hari ia selalu menggunakan rok sekolah diatas lutut. Sehingga paha dan celana dalamnya sudah menjadi santapan sehari-hari bagiku. Pahanya yang begitu mulus sering membuatku TURN ON, dan celana dalamnya sering menggoda hasratku. Hampir setiap hari aku melihat celana dalamnya, mulai dari putih polos, biru, gambar beruang, pink, hitam, dll.

Astrid duduk di sebelah kananku(di sekolahku tiap orang satu meja). Setiap kali aku berbicara atau ngbrol dengannya dia sering mengangkangkan kakinya sehingga aku bisa dengan jelas melihat motif celana dalam yg dipakainya (entah dia sengaja atau tidak). Hal itu yg membuatku senang ngobrol dengannya.

Suatu hari kelas kami diberi tugas untuk membuat laporan biologi tentang reproduksi manusia dan hewan. Dan aku dan Astrid sekelompok berdua. Dan pada hari Kamis kami memutuskan untuk membuatnya di rumah Astrid sepulang sekolah.
Pulang sekolah aku langsung ke rumah Astrid. Sesampainya disana aku lansung disuruh pembantunya langsung ke kamar Astrid di lantai dua.

“Knock Knock”
Aku mengetuk pintunya, namun tidak ada yang menjawab. Lalu aku membuka pintunya perlahan dan masuk ke kamar Astrid. Ternyata Astrid sedang tidur terlelap dengan posisi telentang. Astrid masih mengenakan seragamnya lengkap dan kaos kaki masih menempel di kakinya. Kemejanya agak terangkat sehingga aku bisa melihat perut dan pusarnya. Roknya pun sedikit tersingkap sehingga aku bisa melihat dengan jelas celana dalam yang dipakainya(warna pink). Semua itu membuatku sangat terangsang dalam waktu seketika. Namun aku tidak berani membangunkannya(mumpung pemandangan bagus) maupun berbuat macam-macam kepadanya(maklum gak pernah). Tapi aku semakin tidak tahan, rasanya Penisku sudah berontak. Lalu aku keluar dari kamarnya dan ke kamar mandi.

Sumber