Cerita Sex Pacaran Di Kampus - Suatu siang di kampusku ceritanya waktu siang itu cuacanya panas dan gerah banget rasanya!, keringat gw mengalir seperti sungai (ciehhh terlalu mengada-ada kayaknya!heheh ) dengan sapu tangan warna coklat yg selalu gw bawa dan gw taruh di kantong celana sebelah kanan, dan setengah tengak tengok di depan papan pengumuman jadwal ujian, dan akupun segera melangkahkan kakiku ke kantin fakultas ekonomi di belakang kampus tempat gw kulaih!

Beberapa adik angkatan di bawah gw tersenyum menyapa ke arah gw sambil menundukkan kepala, gw kurang seberapa mengenal mereka, tapi gw balas senyuman itu dengan ramah sambil tetap menunjukkan kepinteran gw dengan membawa buku-buku akuntansi yang super tebal dan berat! Pamer dikit nich biar dikira kutu buku! Singkatnya, setelah menenggak sebotol the botol dingin dan segera membayarnya, gw kembali ke ruangan IV, menanti kuliah siang yang terasa lama, karena waktu itu masih jam 11 lebih, dan kampus sepi karena hari jum’at. Akupun memilih duduk di bangku semen di bawah rindangnya pohon-pohon hijau ditaman ruangan IV.

Sekitar 15 menitan melamun, sesosok gadis yang gw kenal melangkah tergesa-gesa sambil membetulkan kacamata, dan tampak sama sibuknya kaya gw, membawa setumpuk buku yang tampak tak seimbang dengan ukuran tangannya yang mungil. Gadis berkulit putih itu tampak mengenali gw, lalu setengah berlari menghampiri gw sambil mengurai seulas senyum manis, Haloo….serunya. Haloo juga, sahut gw…
Dia langsung mengibaskan tangannya ke bangku sementara tempatku duduk, takut ada debu yang akan mengotori celana jeans putih ketatnya, seketat jeans itu membelit pantat indahnya yang terbungkus G-sting berenda yang membuat mata lelaki tak bekijap melihatnya, yang nampak samar tercetak padat pada lekukan antara paha, selangkangan, dan batas paha belakangnya, gw sedikit menelan ludah melihat pemandan seperti itu!hahahaha…nyem nyem mantabs

Dia menunduk, tak sengaja memperlihatkan bra krem berendanya yang tampak menggantung ragu, menampakkan belahan dan sedikit puting kemerahan dari dadanya yang berukuran B kayaknya, lalu segera mengambil posisi duduk menyilangkan kaki di sampingku dan memulai obrolan dengan segala keluh kesah kerepotannya di rumah mengerjakan tugas akuntansi manajemen, sampai ribetnya mengurusi manajemen pabrik pakaian milik ayahnya yang sedikit mengalami mis-manajemen ceritanya!

Sumber